Selasa 15 Jan 2013 21:57 WIB

Pakar: Java Masih Rawan Diretas

Hacker (ilustrasi)
Foto: ui.ac.id
Hacker (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON -- Pakar keamanan jaringan internet mengindikasikan kalau Java masih rawan diretas, meski Oracle Corporation telah meluncurkan pembaruan darurat pada piranti lunak miliknya itu.

Adam Gowdiak, pakar dari Internet Poland's Security Explorations, mengatakan pembaruan Java dari Oracle masih tetap meninggalkan sejumlah celah keamanan. "Kami tidak berani mengatakan kepada para pengguna bahwa telah aman untuk menggunakan kembali Java," kata Gowdiak kepada Reuters. 

Pada Kamis (10/1), Computer Emergency Readiness Team dari U.S. Department of Homeland Security meminta para pengguna komputer untuk mematikan fungsi Java pada perangkat mereka.

Tim itu menyebut piranti lunak Java mempunyai bug yang menjadi celah pencurian indentitas ataupun bagi kejahatan lain siber seperti akun perbankan.

Oracle, pada Ahad (13/1), mengklaim telah memperbarui celah keamanan pada Java versi 7 untuk perambahan Internet.

Oracle juga menyebut celah keamanan hanya terjadi pada Java versi terbaru atau Java 7 dan versi Java untuk piranti lunak perambahan Internet. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement