Kamis 06 Dec 2012 06:47 WIB

WhatsApp Punahkan SMS dan BBM?

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Fernan Rahadi
Whats app
Whats app

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Aplikasi WhatsApp sudah dimulai sejak 2009 oleh dua orang mantan staf Yahoo Inc, yaitu Jan Koum dan Brian Acton. Saat ini, WhatsApp sudah menangani lebih dari 10 miliar pesan per hari.

Konsultan teknologi telekomunikasi dari Finnish Consultancy Alekstra, Tero Kuittenen, memproyeksikan kehadiran WhatsApp akan menggerus keberadaan pesan singkat (SMS) dan pesan BlackBerry Messenger (BBM).

"Saya percaya kita tengah menghadapi masa dimana SMS semakin cepat tererosi," katanya dikutip dari The Guardian, Kamis (6/12).

WhatsApp menjelma menjadi fenomena baru dalam dunia telekomunikasi. Pertumbuhannya rata-rata 10 kali lipat per tahun. Aplikasi ini pula yang memainkan peran utama dalam mendorong penurunan volume SMS di Spanyol hingga 25 persen.

WhatsApp memungkinkan pengguna ponsel jenis apa saja bisa chatting secara gratis menggantikan SMS. Miliaran orang selama ini menggunakan pesan teks.

Perlahan, budaya SMS berubah menjadi BBM. Sistem BBM memungkinkan pengguna ponsel BlackBerry bisa mengirim dan menerima pesan apapun dimana pembayaran datanya sudah disertakan bersamaan ke dalam paket pulsa.

WhatsApp memiliki 250 juta pengguna di seluruh dunia. Jumlah itu lebih dari empat kali lipat dari pengguna BBM. Kuittenen mengatakan operator seluler semakin khawatir karena aplikasi ini lebih istimewa.

Sistem WhatsApp bisa diinstalkan ke segala bentuk ponsel. Di antaranya Android, Windows Phone, Nokia's Symbian, S40, BlackBerry OS, dan Apple's iOS. Ratusan juta pengguna WhatsApp menjadi pasar potensial yang kian berkembang mengejar SMS dan BBM.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement