Rabu 23 May 2012 23:18 WIB

Internet Penting untuk Perkembangan Pendidikan Anak

internet
internet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Internet dianggap sebagai biang keladi rusaknya moral anak-anak. Pasalnya, para orangtua mencemaskan anaknya yang getol bermain internet masuk dalam lingkaran pornografi dan cyber bullying. Padahal, internet tak melulu berdampak buruk bagi anak, banyak hal positif yang bisa dipetik dari internet, salah satunya adalah pendidikan.

Hal itu dikatakan General Manager Virtual Academy, Andi Primaretha saat menjadi pembicara pada seminar anak di Jakarta, Rabu (23/5). Menurutnya, internet memiliki peran penting untuk perkembangan anak khususnya pendidikan.

"Internet itu jelas fungsinya untuk perolehan informasi, dan anak-anak bisa mendapatkan segala informasi mengenai pelajaran mereka melalui internet," ujar Andi kepada Antaranews.

Saat belajar, kata Andi, informasi yang diperoleh anak haruslah lengkap sehingga tidak menjadi bias. Karena itu, informasi tidak selalu berbentuk teks tertulis, namun juga harus berupa gambar atau video. "Internet memiliki konten yang jauh lebih kaya dibandingkan dengan buku cetak biasa," kata Andi.

Selain itu, melalui internet anak juga bisa tetap terkoneksi dengan anak-anak seusia mereka di seluruh penjuru dunia. "Itulah fungsi media sosial untuk anak, mereka dapat membentuk jaringan dan tetap terkoneksi, sehingga dapat berbagi pengalaman dan informasi di situ dengan teman-teman sebayanya," sebut Andi.

Lebih jauh Andi menerangkan, orangtua juga tidak boleh lengah dan harus melek internet agar dapat mengawasi dan melindungi anak-anaknya dari dampak negatif internet. Sebab, salah satu faktor penyelewengan internet yang dilakukan anak-anak karena orangtua tidak melek internet. Andi mengatakan, kunci keamanan berinternet yang aman bagi anak adalah orangtuanya yang melek internet.

"Anak-anak zaman sekarang merupakan 'gen Z' (lahir setelah 1995), mereka sangat pintar dan sangat melek media elektronik terutama internet," ujar Andi.

Sebaliknya, kata Andi menjelaskan, para orang tua yang kebanyakan berasal dari 'gen X' atau yang lahir lebih awal tampaknya masih sedikit konservatif dan belum melek internet. "Hal inilah yang membuat kebanyakan orang tua cemas bila anak mereka terlalu lama bergelut dengan internet karena ketakutan dengan pornografi dan cyber bullying, karena mereka tidak tahu cara mengawasinya," ujar Andi mengakhiri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement