Selasa 08 May 2012 17:54 WIB

Sukhoi Versi Penumpang Sipil Segera Mengudara di Indonesia

Sukhoi Superjet 100
Sukhoi Superjet 100

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Perusahaan pembuat pesawat tempur asal Rusia, Sukhoi, akan memamerkan pesawat penumpang pertama yang bernama Sukhoi Superjet 100 di Jakarta, Rabu (9/5).

Demonstrasi penerbangan Pesawat Sukhoi Superjet 100 atau disingkat SSJ-100, akan dilakukan di hadapan sejumlah perwakilan dari Kementerian Perhubungan, perusahaan maskapai penerbangan nasional, dan Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, demikian pernyataan pers Kedubes Rusia di Jakarta, Selasa.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertunjukan keliling (road show) yang dilakukan oleh maskapai penerbangan Sukhoi Civil Aircraft di sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Tengah. Selain di Jakarta, SSJ-100 juga akan dipamerkan di Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, Laos, dan Vietnam.

SSJ-100 adalah pesawat penumpang pertama yang dikembangkan oleh Sukhoi, yang biasa memproduksi pesawat tempur militer. Pesawat yang berkapasitas 98 penumpang itu dirancang untuk dapat dioperasikan pada jarak 3.048 km (versi dasar) dan pada jarak 4.578 km (versi jarak jauh) dengan ketinggian hingga 12.200 meter.

Pesawat tersebut mengudara untuk pertama kalinya pada bulan Mei 2008, kemudian pada bulan Januari 2011 telah memperoleh sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Rusia (IAC AR). SSJ-100 juga telah mendapat sertifikat dari Agen Keamanan Penerbangan Eropa pada bulan Februari.

Serial pertama pesawat penumpang tersebut telah dibeli oleh maskapai penerbangan nasional Armenia, Armavi, pada bulan April 2011.

Sementara di Indonesia, perusahaan penerbangan domestik Kartika Airlines telah memesan 15 pesawat SSJ-100 pada tahun 2011. Perusahaan penerbangan regional Sky Aviation juga telah membeli 12 armada SSJ-100 dengan total perdagangan sebesar 380,4 juta dolar AS (Rp3,5 triliun).

Pesawat Sukhoi Superjet 100 mulai dirancang pada tahun 2000, dan diproduksi tujuh tahun kemudian oleh Sukhoi.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement