Kamis 02 Feb 2012 09:58 WIB

IPO, Facebook Targetkan Raup Lima Miliar Dolar

Facebook
Foto: antaranews.com
Facebook

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Raksasa jejaring sosial Facebook mengajukan dokumen untuk penawaran umum saham perdana pada Rabu (1/2), berupaya untuk menghimpun lima miliar dolar AS di Wall Street dalam flotasi terbesar selama ini oleh sebuah perusahaan Internet.

Dokumen pengajuan kepada Securities and Exchange Commission (Badan Pengawas Pasar Modal) AS memberikan sekilas tentang rincian keuangan dari fenomena internet yang diluncurkan delapan tahun lalu oleh kepala eksekutif Mark Zuckerberg dari kamarnya di asrama Universitas Harvard.

Facebook mengatakan, akan mencatatkan sahamnya di Wall Street sebagai 'FB' tetapi tidak menetapkan tanggal kapan sahamnya akan mulai diperdagangkan.

Perusahaan yang bermarkas di Palo Alto, California itu, melaporkan laba bersih sebesar 668 juta dolar AS tahun lalu, naik dari 372 juta dolar AS tahun sebelumnya. Pendapatannya naik hampir dua kali lipat menjadi 3,7 miliar dolar AS pada 2011 dibanding tahun sebelumnya. Facebook mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki 845 juta pengguna termasuk 483 juta pengguna harian aktif.

Dengan nilai dana yang dihimpun lima miliar dolar AS, IPO Facebook akan menjadi yang terbesar oleh perusahaan teknologi, melampaui 1,9 miliar dolar AS yang dihasilkan oleh raksasa pencarian Internet Google ketika 'go public' pada 2004 pada penilaian (valuasi) 23 miliar dolar AS.

Nilai kapitalisasi pasar Facebook telah diperkirakan pada 75 miliar dolar AS hingga 100 miliar dolar AS. Dengan kapitalisasi pasar sebesar 100 miliar dolar AS akan menempatkan Facebook setara dengan McDonald (101 miliar dolar AS), jauh di depan Boeing (55 miliar dolar AS), tetapi di belakang Apple (426 miliar dolar AS) dan Google (189 miliar miliar dolar AS).

Target penghimpunan dana Facebook sebesar lima miliar dolar AS hanya awal dan dapat meningkat berdasarkan minat investor pada perusahaan. Facebook adalah jaringan sosial terkemuka di semua negara, kecuali di enam negara, terutama Rusia, di mana rival lokalnya lebih disukai, dan Cina, di mana Facebook dilarang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement