Jumat 06 Jan 2012 14:09 WIB

Facebook Kebobolan, 45 Ribu Kata Sandi Dicuri

Rep: Aghia Khumaesi/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Facebook
Facebook

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah virus worm (cacing) telah menyusup dan mencuri 45000 data login dari raksasa sosial, Facebook. Data tersebut diyakini telah diambil dari sebagian besar akun Facebook di Inggris dan Perancis. Demikian keterangan menurut perusahaan keamanan Seculert.

"Pelakunya adalah bagian terkenal dari malware yang dijuluki 'Ramnit' yang telah beredar sejak April 2010. Pelaku itu juga sebelumnya yang telah mencuri rincian perbankan," kata Facebook pada BBC.

Pengulangan bentuk terbaru worm ditemukan di laboratorium perusahaan keamanan Seculert."Kami menduga bahwa para penyerang dibelakang 'Ramnit' menggunakan data latar belakang pengguna untuk mencuri kata sandi korban Facebook, dengan mengirimkan link berbahaya kepada teman-teman korban. Sehingga malware menyebar lebih luas, "kata para peneliti, di blog perusahaan.

Peneliti juga menambahkan penjahat cyber juga mengambil keuntungan dari fakta, bahwa pengguna cenderung menggunakan password yang sama diberbagai layanan berbasis web. Dengan itu mereka bisa mendapatkan akses jarak jauh ke jaringan perusahaan," tambahnya.

"Kelihatannya, pembobol canggih sekarang bereksperimen yakni mengganti email lama worm dengan versi lebih mutakhir untuk menyerang jejaring sosial ini.

Terbukti dari pencurian 45 ribu kata sandi pengguna Facebook. Hebatnya, kekuatan virus jaringan sosial ini bisa dimanipulasi untuk menyebabkan kerusakan besar bagi individu atau lembaga, bila di tangan yang salah," kata Seculert.

Menurut Seculert, 800.000 mesin telah ternfeksi 'Ramnit' dari bulan September sampai akhir Desember 2011. Pada Juli 2011 sebuah laporan Symantec memperkirakan bahwa varian worm 'Ramnit' menyumbang 17.3 persen dari semua infeksi baru  berbahaya terhadao piranti lunak.

Bagi pengguna Facebook yang khawatir akun passwordnya diculik worm, saran yang paling tepat adalah jalankan software anti-virus yang direkomendasi baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement