Jumat 11 Nov 2011 13:39 WIB

Sepakat Mogok Kerja, Grapari Telkomsel Tetap Ramai Dikunjungi Pelanggan

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR--Corporate Communications PT Telkomsel Regional Bali Nusra, Pandu Maulana, mengatakan, aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan Telkonmsel tidak mempengaruhi jumlah kunjungan langganan di Grapari Denpasar.

"Aksi mogok kerja tidak mempengaruhi jumlah kunjungan ke kantor pelayanan pusat ini. Semuanya berlangsung normal sejak hari pertama berlangsungnya aktivitas tersebut," katanya di Denpasar, Jumat.

Dia mengatakan, jumlah pelanggan yang berkunjung sejak hari pertama aksi mogok kerja berlangsung sampai sekarang, masih tetap sama seperti hari biasa. Jumlah kunjungan pelanggan, tambah Pandu, pada hari mogok kerja berlangsung masih sekitar 300 orang.

Jumlah tersebut masih sama dengan kedatangan pada hari biasa di Grapari Denpasar. "Kami rasa aksi mogok itu tidak mempengaruhi aktivitas pelayanan yang ada di Grapari, terbukti jumlah pengunjung tetap baik, tidak ada penurunan," ujarnya.

Menurut Pandu, semua layanan kepada para konsumen bisa terus berlangsung dengan baik karena pihaknya telah mempersiapkan sumber daya guna menanganinya. Sebelumnya Manajemen PT Telkomsel menjamin pelayanan terhadap pelanggan tidak akan terganggu dengan adanya aksi mogok kerja secara serentak di seluruh Indonesia yang dilakukan sebagian anggota Serikat Pekerja Karyawan Telkomsel (Sepakat).

"Kami menjamin sepenuhnya pelayanan kepada publik tidak akan terganggu dengan adanya aksi mogok kerja nasional ini," kata GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra.

Menurut dia, persoalan mogok kerja merupakan bagian dari proses hubungan industrial secara internal di Telkomsel. Para pihak terkait telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dan cepat.

Secara prinsip, manajemen Telkomsel senantiasa membuka ruang dialog dengan serikat pekerja untuk membahas dan merundingkan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. "Sebab hal seperti ini dapat terjadi di setiap perusahaan dan merupakan bagian dari sebuah proses membangun hubungan industrial yang harmonis dan kondusif," ujar Indra

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement