Sabtu 16 Jul 2011 16:12 WIB

Samsung dan HTC Penguasa Smartphone Global Semeter II?

Samsung Galaxy S II
Foto: GSM Arena
Samsung Galaxy S II

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Samsung Electronics dan HTC diprediksi akan menjadi pemenang pasar ponsel global pada kuartal kedua tahun ini, hal itu karena tingginya permintaan ponsel pintar mereka yang berbasis Google Android.

Platform perangkat lunak Google Android menguasai pasar ponsel pintar hanya dalam beberapa tahun dan para analis percaya pertumbuhan pesat Samsung pada tahun ini akan mengakhiri 15 tahun dominasi Nokia sebagai pembuat ponsel pintar terbesar di dunia.

Sementara itu, Nokia dan LG Electronics gagal bersaing dengan kompetitor lainnya di pasar ponsel pintar. Menurut jejak pendapat 46 analis oleh Reuters, pangsa pasar kedua perangkat itu telah hilang pada kuartal ini.

"Kami mengharapkan pendapatan kuartal kedua melahirkan jurang lebar antara pemenang dan pecundang. Selanjutnya lahir perubahan pemain seperti Apple, HTC dan Samsung yang terus mendongkrak pangsa pasar," kata analis CCS Insight Geoff Blaber.

Apple akan melaporkan keuangannya pada 19 Juli dan Nokia pada 21 Juli. Dalam masalah volume pasar ponsel, Nokia masih memimpin pasar dengan 95.5 juta ponsel dan posisinya sangat kuat di pasar negara berkembang lalu diikuti Samsung dengan 73,7 juta.

Namun, analis memperkirakan Samsung akan mempersempit kesenjangan di kuartal mendatang dan menyalip Nokia pada 2012.

Mereka mengharapkan Apple menjual iPhone 16,9 juta pada kuartal kedua, dua kali lebih banyak dari tahun lalu, tetapi angka lebih sedikit dari kuartal pertama karena iPhone 4 mulai luntur.

HTC Taiwan cepat menanjak tangga ponsel pada urutan ke-tujuh dan diperkirakan telah menjual 11,4 juta ponsel pada kuartal tersebut, dibandingkan dengan hanya 5,4 juta tahun sebelumnya.

Pasar ponsel itu mendapatkan dampak kecil dari kekhawatiran ekonomi dan sekitar 10,7 persen pertumbuhan yang sehat pada kuartal tersebut, hal itu dibantu oleh permintaan ponsel pintar yang kuat dan permintaan ponsel model termurah pada pasar negara berkembang.

Gelombang Samsung

Samsung, melihat keuntungan dari divisi handset Samsung yang mengurangi separuh jumlah ponsel pintar setahun lalu karena tidak adanya produk-produk menarik untuk bersaing dengan iPhone.

Para analis mengatakan Samsung mungkin telah menjual 19 juta ponsel pintar pada kuartal kedua dan akan mudah bagi Samsung untuk menjual smartphone sebanyak 60 juta unit pada 2011.

"Ada beberapa produk di pasar yang setara dengan Samsung Galaxy S II dan Apple menunda debut iPhone baru karena gangguan pasokan suku cadang, sementara Nokia terus gagal memperkenalkan jajaran kompetitifnya," kata Jin Sung-hye, seorang analis di Hyundai Securities.

Penerus ponsel pintar Samsung Galaxy S, Samsung Galaxy S II telah terjual lebih dari tiga juta unit sejak debutnya pada akhir April.

Beberapa analis mengharapkan ponsel ultra-tipis yang menjalankan platform Android menjadi model terbaik Samsung dengan potensi penjualan 20 juta unit.

Keberhasilan Samsung itu berbanding terbalik dengan pesaingnya LG Electronics. LG sebagai pembuat ponsel terbesar ketiga di duni pada minggu lalu memangkas target penjualannya dan kemungkinan melaporkan kerugian penjualan handset kuartalan selama lima kali berturut-turut.

Namun LG secara bertahap mengatasi kerugiannya dan meningkatkan kinerjanya, sebagian besar dibantu oleh solidnya permintaan ponsel pintar Optimus 2X dan ponsel pintar Optimus Black.

Investor dan para analis serius mengungkap efek gempa bumi dan tsunami Jepang pada yang telah memukul pasokan komponen vendor handset.

"Pasokan komponen dari Jepang akan tetap menjadi kunci tetapi harapan kami yaitu mayoritas produsen akan melaporkan dampak yang telah diabaikan," kata Blaber CCS.

Penjual handset nomor 9 di dunia, Sony Ericsson telah menunda beberapa model baru akibat gempa dan tsunami, Sony akan mulai melaporan pendapatan pada 15 Juli dan Samsung kemungkinan akan akan pada 29 Juli, demikian dikutip dari Reuters.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement