Selasa 09 Apr 2024 14:39 WIB

Google Luncurkan Jaringan "Find My Device" yang Telah Lama Dinanti

Fitur Find My device dapat berfungsi pada perangkat yang menjalankan mulai Android 9.

Rep: Shelbi Asrianti / Red: Friska Yolandha
Fitur baru Google Find My device.
Foto: Google
Fitur baru Google Find My device.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah lama ditunggu-tunggu, Google akhirnya meluncurkan jaringan "Find My Device" atau "Temukan Perangkat Saya". Rencana kehadiran teknologi itu sebelumnya diumumkan Google di acara konferensi pengembang perangkat lunak I/O tahun lalu.  

Dikutip dari laman Engadget, Selasa (9/4/2024), cara kerja "Find My Device" milik Google mirip dengan teknologi pelacakan yang digunakan oleh Apple dan Tile. Teknologi ini memanfaatkan jaringan crowdsourced di lebih dari satu miliar perangkat Android.

Baca Juga

Gunanya, untuk membantu pengguna menemukan gawai yang hilang. Jaringan telah diluncurkan untuk pengguna Android di Amerika Serikat dan Kanada. Pengguna global juga akan merasakan manfaat dari jaringan ini, dengan tanggal rilis yang segera diumumkan.

Setelah "Find My Device" terpasang, pengguna dapat menggunakan aplikasi untuk mencari ponsel dan tablet Android yang kompatibel. Alat ini akan membuat mereka berdering sesuai perintah dan lokasinya akan muncul di peta. Data peta tetap berfungsi meskipun perangkat sedang dalam mode offline

Teknologi ini belum tersedia untuk barang sehari-hari, tapi akan segera hadir. Tag pelacak Bluetooth dari Chipolo dan Pebblebee akan diintegrasikan ke dalam aplikasi "Find My Device" pada Mei 2024. Integrasi itu memungkinkan pengguna menemukan apa saja, termasuk kunci mobil hingga dompet.

Google mengatakan lebih banyak pelacak akan hadir akhir tahun ini, termasuk produk yang dibuat oleh Motorola dan Eufy. Layanan "Find My Device" dari Google juga terintegrasi dengan perangkat rumah pintar Nest. Jika kehilangan sesuatu di rumah, aplikasi bisa menunjukkan lokasi barang yang sudah terkait dengan perangkat Nest sebelumnya.  

Terakhir, ada fitur bagus yang memungkinkan pengguna berbagi lokasi suatu barang dengan orang lain. Dengan begitu, teman dan keluarga bisa ikut mengawasi barang-barang berharga yang dimiliki seseorang atau menemukan sesuatu yang hilang.

Teknologi pelacakan "Find My Device" yang baru berfungsi pada perangkat yang menjalankan Android 9 dan lebih tinggi. Sistem operasi tersebut dirilis pada 2018, yang artinya akan banyak orang yang bisa memiliki akses ke layanan tersebut. 

Mengenai produk yang kompatibel selain perangkat Android dan tag Bluetooth, Google mengatakan pembaruan perangkat lunak di masa depan akan memungkinkan integrasi dengan headphone. Khususnya, keluaran dari jenama JBL dan Sony.

Tentu saja, ada masalah privasi yang biasa terjadi pada hal semacam ini. Google mengatakan pengguna dapat memilih keluar dari layanan melalui portal web jika merasa tidak nyaman. Laporan menunjukkan bahwa teknologi tersebut telah siap untuk beberapa waktu, namun Google menundanya hingga Apple menerapkan perlindungan pelacakan ke iOS untuk mengatasi masalah penguntitan.  

Untuk mencapai tujuan itu, tahun lalu kedua perusahaan mengumumkan kemitraan untuk mengembangkan standar industri guna melawan penyalahgunaan perangkat pelacakan. Apple menerapkan perlindungan terbaru terhadap penguntitan di iOS 17.5, yang masih dalam versi beta.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement