Selasa 02 Apr 2024 21:16 WIB

Kegunaan Elektrolisis dalam Kehidupan Sehari-hari, Benarkah Bisa Dipakai untuk Detoks?

Elektrolisis dapat digunakan untuk memproduksi gas klorin hingga asam sulfat.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Friska Yolandha
Tangkapan layar seseorang merendam kaki dan menyetrumnya.
Foto: Tiktok hansenbrian99
Tangkapan layar seseorang merendam kaki dan menyetrumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Video milik akun TikTok @hansebrians99 yang diunggah akun X Bandung Fess @BaseBDG pada Ahad (31/3/2024), menuai banyak komentar dari warganet. Yang terjadi di video tentang detoks kaki itu ternyata adalah reaksi elektrolisis. 

Di video TikTok itu, Hansen bercerita kakinya dimasukkan ke dalam ke air bening yang dialiri listrik. Airnya berubah menjadi keruh. Kakinya terasa sangat gatal dan nyetrum. Menurut dia, itu artinya pembuluh darah tidak lancar 

Baca Juga

Salah satu akun X @axexrixva berkomentar di unggahan tersebut  bahwa ini adalah reaksi elektrolisis. “Ini reaksi elektrolisis, Kalau mau rendam kaki mah pake air hangat aja,” tulis dia. 

Elektrolisis adalah proses pemisahan komponen kimia dari suatu senyawa. Perbedaan antara elektrolisis dan metode lain untuk memisahkan senyawa ini adalah arus listriknya. 

Dilansir Echemi, Selasa (2/4/2024), elektrolisis memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengolahan logam, ekstraksi logam dari bijihnya, hingga pemurnian alumunium.

Berikut adalah beberapa cara bagaimana elektrolisis digunakan saat ini. 

1. Ekstraksi tembaga dari bijih

Bijih tembaga dicampur dengan larutan yang mengandung asam sulfat dan garam untuk menimbulkan reaksi. Reaksi ini mengubah tembaga sulfat menjadi logam tembaga, diproses untuk menghilangkan kotoran. 

2. Produksi gas hidrogen 

Hidrogen memiliki kepadatan energi yang tinggi, menjadikannya bahan bakar yang ideal. Namun, gas hidrogen tidak mudah terbakar dan dapat berpindah dalam bentuk murni. Artinya, yang terbaik adalah memisahkan hidrogen dari oksigen dengan elektrolisis saat mengangkut dan menyimpan gas hidrogen. Kita dapat menyimpan hidrogen dengan lebih mudah dan mengangkutnya dengan lebih aman dengan memisahkan kedua gas ini selama elektrolisis. 

3. Produksi gas klorin 

Ini adalah salah satu kegunaan paling umum untuk elektrolisis. Prosesnya dimulai dengan mengisi wadah dengan air garam dan merendam anoda ke dalam air. Anodanya berupa titanium, platinum, atau logam lain yang dapat bereaksi cepat dengan oksigen. 

Wadah tersebut kemudian diisi dengan gas hidrogen dan ditutup rapat kedap udara. Arus listrik kemudian akan mulai bergerak melalui sel, dengan dua jenis angin mengalir berlawanan arah secara bersamaan, yang menyebabkan reaksi kimia. Reaksi ini menghasilkan gas klorin, yang dilepaskan dari wadah. 

Produksi asam....

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement