Kamis 14 Mar 2024 05:04 WIB

Penguin di Georgia Selatan Dikonfirmasi Terinfeksi Flu Burung

Flu burung pertama kali diidentifikasi di Georgia Selatan pada Oktober 2023.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Friska Yolandha
Sebanyak 10 ekor penguin di Georgia Selatan, pulau di Wilayah Luar Negeri Inggris, dikonfirmasi terinfeksi flu burung.
Foto: www.bbc.co.uk
Sebanyak 10 ekor penguin di Georgia Selatan, pulau di Wilayah Luar Negeri Inggris, dikonfirmasi terinfeksi flu burung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 10 ekor penguin di Georgia Selatan, pulau di Wilayah Luar Negeri Inggris, dikonfirmasi terinfeksi flu burung. Burung laut dan mamalia lain di salah satu surga satwa liar terbesar di dunia itu juga terserang flu burung yang diakibatkan virus H5N1.

Pantai-pantai di Georgia Selatan terkenal sebagai tempat bagi jutaan penguin tumbuh, kawin, dan membesarkan anak. Namun, musim kawin di pulau sub-Antartika itu sudah berakhir sehingga dampak langsungnya kemungkinan besar akan terbatas, meski masih ada kekhawatiran pada musim depan ketika satwa liar berkumpul lagi secara massal.

Baca Juga

"Jika flu burung merajalela dan menyebabkan kematian yang sangat tinggi di seluruh pulau, hal ini akan menjadi perhatian konservasi secara global. Namun, saat ini penyebarannya tampaknya masih terbatas," ujar ahli ekologi burung dari British Antarctic Survey, Norman Ratcliffe, dikutip dari BBC, Kamis (14/3/2024). 

Flu burung dengan patogenisitas tinggi (HPAI) telah ada selama beberapa dekade. Akan tetapi, saat ini flu burung menjadi wabah yang cukup besar, menyebabkan kematian banyak burung liar dan peliharaan. Antartika dan pulau-pulau terpencilnya semula terhindar dari bencana terburuk karena letaknya yang terpencil. 

Masalahnya, situasi ini sedang berbalik. Flu burung pertama kali diidentifikasi di Georgia Selatan pada Oktober 2023, menginfeksi burung laut pemakan bangkai besar yang dikenal sebagai skua coklat. Tak lama kemudian, flu burung terdeteksi pada camar rumput laut. 

Berlanjut pada Januari 2024, di mana kasus flu burung terkonfirmasi terjadi pada gajah dan anjing laut berbulu. Penyakit ini juga menyebar ke burung laut Antartika dan elang laut pengembara. Penguin adalah kelompok hewan terbaru yang terinfeksi.

Ada lima penguin gentoo dan lima penguin raja yang dinyatakan positif. Kasus-kasus tersebut dikonfirmasi dalam sampel yang dikirim kembali ke Inggris ke Laboratorium Referensi Internasional untuk Avian Influenza di laboratorium Badan Kesehatan Hewan & Tumbuhan (APHA) di Weybridge.

Kelompok hewan lain, seperti elang laut pengembara, juga terkena flu burung di wilayah tersebut. Bagi para peneliti, ini bukan kejutan besar. Virus sama telah menyebar ke penguin gentoo di Falklands sekitar 1.500 km ke arah barat, jadi hanya masalah waktu saja sebelum wilayah Georgia Selatan juga tertular.

Saat ini, para ilmuwan terus mengamati bagaimana flu burung berinteraksi dengan berbagai spesies penguin yang ada di Georgia Selatan. Selain penguin raja dan penguin gentoo, ada beberapa spesies penguin lain seperti penguin macaronis dan penguin chinstraps.

Penguin macaronis akan menghabiskan sebagian besar musim dingin di lautan wilayah selatan, sehingga membantu menghindari infeksi. Namun, penguin raja dan penguin gentoo akan terus berdiam di pantai, sehingga bisa saling menularkan virus. 

Pemimpin kelompok kerja virologi unggas di APHA, Ashley Banyard, mengatakan berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Pasalnya, penguin hidup berdekatan satu sama lain, sehingga memunculkan gagasan bahwa mereka mungkin menyebarkan virus dengan cepat.

"Namun, kita tidak tahu seberapa mudah virus tersebut dapat masuk ke spesies penguin yang berbeda, seperti apa gejala klinisnya.  penyakit yang mungkin ditimbulkannya dan seberapa cepat penyebarannya di antara burung-burung itu sendiri," ungkap Banyard.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement