Senin 11 Mar 2024 18:19 WIB

Google Pecat Insinyur yang Memprotes Project Nimbus yang Disebut Mendukung Israel

Menurutnya, Project Nimbus membahayakan masyarakat Palestina.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Friska Yolandha
Logo Google. Google memecat seorang insinyur Cloud yang menyela direktur pelaksana bisnisnya di Israel, Barak Regev, saat berpidato di sebuah acara teknologi untuk mendukung Israel di New York, AS.
Foto: AP Photo/Michel Euler
Logo Google. Google memecat seorang insinyur Cloud yang menyela direktur pelaksana bisnisnya di Israel, Barak Regev, saat berpidato di sebuah acara teknologi untuk mendukung Israel di New York, AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Google memecat seorang insinyur Cloud yang menyela direktur pelaksana bisnisnya di Israel, Barak Regev, saat berpidato di sebuah acara teknologi untuk mendukung Israel di New York, Amerika Serikat. Insinyur tersebut meminta Google membatalkan proyek tersebut.

“Saya seorang insinyur perangkat lunak Google dan saya menolak membangun teknologi yang mendukung genosida atau pengawasan!” kata insinyur itu berdiri dan terdengar berteriak, dalam video yang direkam oleh jurnalis Caroline Haskins yang menjadi viral secara online.

Baca Juga

Saat diseret oleh petugas keamanan dan dicemooh penonton, dia terus berbicara dan merujuk pada Project Nimbus. Itu adalah kontrak senilai 1,2 miliar dolar AS yang dimenangkan Google dan Amazon untuk memasok AI dan teknologi canggih lainnya kepada militer Israel.

Tahun lalu, sekelompok karyawan Google menerbitkan surat terbuka yang mendesak perusahaan untuk membatalkan Project Nimbus. Dan menyebut ujaran kebencian, pelecehan dan pembalasan yang diterima pekerja Arab, Muslim dan Palestina di dalam perusahaan.

“Project Nimbus membahayakan anggota komunitas Palestina! Saya menolak membangun teknologi yang akan digunakan untuk cloud apartheid,” kata insinyur tersebut.

Setelah ia dikeluarkan dari tempat itu, Regev mengatakan kepada hadirin bahwa “(P)art dari hak istimewa bekerja di sebuah perusahaan, yang mewakili nilai-nilai demokrasi memberikan panggung untuk berbagai pendapat,” kata dia mengakhiri pidatonya setelah hadirin lainnya juga menyela dan menuduh Google terlibat dalam genosida.

Insiden itu terjadi selama konferensi MindTheTech di New York. Tema tahun ini adalah ‘Berdiri Bersama Teknologi Israel’ karena investasi di Israel melambat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2024. Haskins menulis cerita rinci tentang apa yang dia saksikan di acara tersebut, tapi dia tidak bisa berada di sana sampai acara selesai, karena dia juga diusir oleh pihak keamanan.

Insinyur Google yang menyela acara itu mengatakan kepada Haskins, dia ingin insinyur Google Cloud lainnya mengetahui bahwa seperti inilah bidang teknik, berdiri dalam solidaritas dengan komunitas yang terkena dampak pekerjaannya.

Dia berbicara kepada Haskins secara anonim untuk menghindari dampak profesional, namun Google dengan jelas mengetahui siapa dia. Dalam sebuah pernyataan kepada Engadget, juru bicara Google mengatakan telah memecat dia.

“Awal pekan ini, seorang karyawan mengganggu rekan kerja yang sedang memberikan presentasi, mengganggu acara resmi yang disponsori perusahaan. Perilaku ini tidak baik, apa pun masalahnya, dan karyawan tersebut dihentikan karena melanggar kebijakan kami,” kata juru bicara itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement