Selasa 05 Mar 2024 16:07 WIB

Teleskop James Webb akan Berburu Lubang Hitam Hingga Dark Energy Hingga Tahun Depan

Space Telescope Science Institute akan melaksanakan 253 program hingga 2025.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Friska Yolandha
Lubang hitam.
Foto: ESA
Lubang hitam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Space Telescope Science Institute mengumumkan bahwa proposal astronomi mereka telah terpilih sehingga mereka bisa menggunakan Teleskop Ruang Angkasa James Webb (JWST) hingga dua tahun ke depan. Melalui kesempatan ini, Space Telescope Science Institute akan melaksanakan 253 program General Observers (GO) dengan target yang menarik.

Pada Kamis (29/2/2024), Space Telescope Science Institute mengungkapkan bahwa mereka akan menggunakan JWST dengan total waktu kumulatif 5.500 jam dalam kurun waktu Juli 2024 hingga Juni 2025. Program yang dilakukan dalam kurun waktu ini dikenal sebagai operasi JWST Siklus 3.

Baca Juga

Siklus 3 akan melanjutkan kemajuan ilmiah dalam dua tahun terakhir yang telah berhasil dibuat oleh JWST. Pada Siklus 3 ini, JWST ditargetkan untuk menangkap gambar exomoon atau bulan-bulan di exoplanet, exoplanet, lubang hitam supermasif, dan galaksi yang terletak jauh dari bumi.

Selain itu, dalam Siklus 3 ini JWST akan digunakan untuk mempelajari struktur berskala besar di alam semesta. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran lebih detail mengenai perluasan alam semesta dan dark energy atau energi gelap. Energi gelap adalah istilah untuk energi yang mengisi seluruh ruang di alam semesta dan memiliki tekanan negatif yang kuat.

1. Pencarian Exomoon

Asisten profesor di bidang ilmu astronomi dari Columbia University, David Kipping, menjadi salah satu peneliti yang terlibat dalam program untuk menemukan exomoon di Siklus 3ini. Kipping dan tim berharap mereka bisa menemukan bulan-bulan yang ada di dekat exoplanet, khususnya Kepler-167e.

"Kami sangat senang karena salah satu proposal kami diterima. Pencarian exomoon kami di sekitar Kepler-167e telah diterima dan ini adalah target terbaik yang kami punya untuk perburuan bulan," terang Kipping, seperti dilansir Space pada Selasa (5/3/2024).

Untuk melakukan program ini, Kipping dan tim akan menggunakan fitur Near Infrared Imager and Slitless Spectrograph (NIRISS) pada JWST untuk melakukan pemantauan terhadap Kepler-167e. Bila berhasil, temuan exomoon di exoplanet tersebut akan menjadi awal dari revolusi exomoon menurut Kipping.

2. Investigasi Exoplanet

Sejumlah program dalam Siklus 3 juga disusun untuk menginvestigasi exoplanet. Investigasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah beberapa exoplanet memiliki kondisi yang diperlukan untuk menunjang kehidupan.

Salah satu proyek pencarian....

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement