Kamis 08 Feb 2024 01:25 WIB

Ini Alasan Warga Korea Belum Mau Beralih ke Kendaraan Listrik

Warga Korea mengkhawatirkan ledakan baterai dan kurangnya fasilitas pengisian daya.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Friska Yolandha
Mobil listrik Hyundai Ioniq 6. Ini beberapa alasan mengapa warga Korea belum sepenuhnya mau beralih ke mobil listrik.
Foto: Republika/Firkah Fansuri
Mobil listrik Hyundai Ioniq 6. Ini beberapa alasan mengapa warga Korea belum sepenuhnya mau beralih ke mobil listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Korea Selatan memiliki semua modal untuk menjadi yang terdepan dalam revolusi mobil listrik. Yaitu, Hyundai Motor Co dan Kia Corp, listrik murah, dan stasiun pengisian daya yang melimpah. 

Namun penjualan kendaraan listrik (EV) merosot tahun lalu untuk pertama kalinya sejak 2017, turun 0,1 persen menjadi 157.823 unit, menurut data dari Asosiasi Produsen Korea. Meskipun harga yang tinggi dan kenaikan suku bunga membantu mengurangi permintaan, dua faktor terbesar yang menghalangi pengemudi untuk meninggalkan mobil berbahan bakar bensin untuk membeli kendaraan listrik adalah masalah keselamatan dan kurangnya pengisi-pengisi daya yang cepat. 

Dilansir BNN Bloomberg, Rabu (7/2/2024), berdasarkan survei yang dilakukan oleh Otoritas Keselamatan Transportasi Korea yang diterbitkan pada bulan November, sekitar setengah para pemilik kendaraan listrik mengatakan kekhawatiran terbesar mereka terhadap keselamatan adalah kebakaran yang disebabkan oleh tabrakan mobil, atau saat pengisian daya. 

Beberapa insiden penting telah memicu kekhawatiran tersebut. Pada tahun 2022, sebuah van listrik yang telah selesai diisi dayanya tetapi tetap tersambung ke sumber listrik terbakar di tempat parkir sebuah gedung apartemen di Busan, dengan cepat menyebar ke empat kendaraan lainnya, menurut laporan dari Badan Pemadam Kebakaran Nasional. 

Pada tahun 2020, seorang penumpang kendaraan listrik yang dikemudikan sopir meninggal ketika mobilnya terbakar setelah menabrak dinding tempat parkir bawah tanah. Kasus ini juga dialami oleh masyarakat Korea, yang sebagian besar tinggal di apartemen bertingkat tinggi. 

Kebakaran pada pengisi daya di area parkir bawah tanah, ruang tertutup di mana api dapat menyebar dengan cepat dan truk pemadam kebakaran sulit mengaksesnya, membuat para pengemudi semakin gugup. Pada bulan Desember, pemerintah melarang pemasangan pengisi daya di bawah lantai dua basement. 

Total kumulatif hanya 132 kebakaran kendaraan listrik yang tercatat pada Juni 2023. Angka ini sebanding dengan sekitar 4.000 kebakaran setiap tahun pada mobil berbahan bakar bensin di Korea.

Masalah lain yang dihadapi pengemudi di Korea adalah....

 

 

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement