Jumat 19 Jan 2024 20:30 WIB

Badan Geologi Temukan Potensi Litium dan Boron Topang Transisi Energi

Badan Geologi mencatat ada lima lokasi di Pulau Jawa yang Miliki potensi litium.

Ilustrasi kendaraan listrik. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan potensi mineral litium dan boron yang cukup menjanjikan di beberapa wilayah untuk mendukung program transisi energi di tanah air.
Foto: Freepik
Ilustrasi kendaraan listrik. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan potensi mineral litium dan boron yang cukup menjanjikan di beberapa wilayah untuk mendukung program transisi energi di tanah air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan potensi mineral litium dan boron yang cukup menjanjikan di beberapa wilayah untuk mendukung program transisi energi di tanah air.

"Dalam rangka mendukung transisi energi dan pengembangan energi hijau, Badan Geologi telah melakukan kegiatan eksplorasi mineral litium dan boron," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid saat konferensi pers Capaian Sektor ESDM TA 2023 dan Program Kerja TA 2024 Sesi: Badan Geologi yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (19/1/2024).

Baca Juga

"Hasil penyelidikan yang kami lakukan menunjukkan beberapa wilayah dengan kadar litium dan boron yang cukup menjanjikan," kata Wafid pula.

Dalam paparan, Badan Geologi mencatat ada lima lokasi di Pulau Jawa yang berdasarkan hasil penyelidikan memiliki potensi litium dan boron, yaitu Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, Jono, Crewek, dan Kasonga.

"Salah satunya di Bledug Kuwu, itu sudah dilakukan penelitian pengambilan baik air asinnya maupun juga garamnya untuk dites laboratorium dan kami mendapatkan beberapa data dari litium itu," ujar Wafid.

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati mengatakan bahwa penyelidikan terkait litium tersebut masih pada tahap awal dan akan dilakukan penyelidikan tambahan.

"Kami masih perlu melakukan kegiatan penyelidikan tambahan melalui eksplorasi studi geofisika dan hidrogeologi. Nanti di 2024 ini dilanjutkan, harapannya 2025 hasilnya bisa sudah lebih konklusif sehingga nanti pengelolaan dan pemanfaatannya itu bisa dilakukan dengan mekanisme sesuai lelang mineral logam yang saat ini aturannya berlaku," kata Rita.

Litium merupakan logam alkali....

 

 

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement