Ahad 03 Dec 2023 15:54 WIB

Kota Bawah Tanah Hingga Guru Avatar, Ini Dia 5 Teknologi Mutakhir Tahun 2100

Kehidupan manusia tidak akan pernah bisa lepas dari teknologi.

Rep: Santi Sopia/ Red: Natalia Endah Hapsari
Robot humanoid dan teman digital akan hidup berdampingan dengan manusia  (ilustrasi)
Foto: Youtube
Robot humanoid dan teman digital akan hidup berdampingan dengan manusia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Para ahli telah memperkirakan teknologi di masa depan yang akan memengaruhi kehidupan manusia, khususnya di sekitar tahun 2100. Meskipun prediksinya terkesan seperti plot film fiksi ilmiah, namun bisa saja ini menjadi kenyataan yang benar-benar akan dialami di masa mendatang.

Ed Johnson, CEO dan salah satu pendiri PushFar, mengatakan pada tahun 2100, hidup manusia kemungkinan tidak hanya terkait dengan teknologi, tetapi mereka juga akan dibimbing, dibentuk, dan semakin tidak lepas dari teknologi.

Baca Juga

Bagaimana teknologi akan mengubah dunia di masa depan? Berikut lima prediksi kemajuan teknologi di 2100, seperti dikutip dari Daily Mail, Ahad (3/12/2023).

1.'Robot digital' hidup berdampingan dengan manusia

Robot humanoid dan 'teman digital' akan hidup berdampingan dengan manusia, dengan robot yang melakukan tugas-tugas termasuk operasi kesehatan ataupun sekadar menemani manusia.

Rob Sims, salah satu pendiri dan CEO Sum Vivas, mengatakan teknologi akan berkembang untuk sepenuhnya mendukung manusia digital tanpa memerlukan instruksi, pendidik atau pendukung, dan pendamping (teman digital) akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Manusia digital dan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Itu akan melakukan berbagai tugas, mulai dari tugas sederhana seperti membuang sampah atau mencuci, hingga tugas yang rumit, seperti pendidikan tingkat tinggi atau operasi otak yang rumit. “Masyarakat perlu berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi untuk memastikan kita tidak menjadi ras yang picik dan mementingkan diri sendiri,” kata dia.

 

2.Manusia dibimbing 'Mentor' AI

Pada tahun 2100, para ahli memperkirakan bahwa AI akan menjadi pembimbing atau mentor keputusan dalam pilihan dan tindakan manusia. ‘Mentor' AI akan menemani setiap orang, mengambil keputusan, termasuk pekerjaan apa yang harus dilakukan. “Itu bisa membimbing pilihan-pilihan besar maupun kecil,” kata Ed Johnson, CEO dan Salah Satu Pendiri PushFar.

Para mentor AI pada tahun 2100 memanfaatkan kekuatan komputasi kuantum, memproses kemungkinan tak terbatas dalam sekejap mata. Manusia tinggal menunjukan pertanyaan, dan mentor AI tidak hanya memprediksi hasil; tapi juga bisa menganalisis jalur potensial, probabilitas, dan konsekuensi, menawarkan panduan berdasarkan data luas yang mendefinisikan dunia kita yang saling terhubung.

Pengguna tidak lagi harus mempertimbangkan pekerjaan mana yang harus diambil dan tidak. Sebab mentor AI bisa mengatasinya dan memberikan semua informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan akhir.

 

3.Kota-kota akan berada di bawah tanah

Pada 2100, ruang di atas tanah akan menjadi sangat terbatas, sehingga banyak infrastruktur kota akan berpindah ke bawah tanah, dengan terowongan yang digali oleh robot.  Steve Jordan dari perusahaan robotika HyperTunnel mengatakan, akan banyak robot yang panjangnya tidak lebih dari satu meter akan melakukan cara yang sama seperti yang dikembangkan alam selama miliaran tahun. Feromon digital yang dihasilkan oleh kembaran digital pusat yang memanfaatkan AI akan memungkinkan terjadinya perilaku tersebut.

Manusia akan memiliki teknologi untuk mengubah planet ini dengan infrastruktur baru untuk utilitas, transportasi, dan energi, sehingga mewujudkan kota-kota besar di masa depan.

Rencana untuk bangunan bawah tanah sudah dibuat, dengan Earthscraper di Mexico City, sebuah piramida terbalik setinggi 65 lantai yang terinspirasi oleh piramida Aztec, direncanakan untuk membantu meredakan kekhawatiran atas ruang di pusat kota. Dirancang oleh BNKR Arquitectura, desain seperti itu bisa menjadi lebih umum di dunia padat penduduk yang dilanda kenaikan suhu. 

 

4.Kamera bisa deteksi video deepfake 

Deepfake akan menjadi hal yang biasa pada tahun 2100, sehingga mendorong kehadiran teknologi kamera yang semakin canggih. Kamera bisa mengidentifikasi video deepfake untuk mengetahui keaslian dari sebuah informasi.

Tim Callan, Chief Experience Officer di perusahaan keamanan Sectigo, mengatakan dengan semakin pesatnya teknologi pemalsuan, masyarakat tidak lagi dapat mempercayai keaslian rekaman digital, baik foto, video, atau rekaman suara. Mengingat ketergantungan saat ini pada catatan digital dalam sistem hukum, keamanan, dan digital, masyarakat tidak akan lagi dapat mempercayai apa yang mereka lihat tanpa adanya solusi.

“Inilah sebabnya pada tahun 2100, semua bentuk alat perekam akan memiliki stempel waktu terenkripsi bawaan, yang berfungsi sebagai tanda air pada saat pengambilan. Tanda terenkripsi ini akan memisahkan gambar asli dari gambar palsu untuk membangun kembali kepercayaan digital terhadap gambar, video, dan rekaman,” ujarnya.

 

5.Sekolah virtual dan guru avatar

Anak-anak akan bersekolah di ruang kelas fisik, namun akan diajari oleh guru avatar yang ditampilkan di dunia virtual. 'Mentor' kecerdasan buatan akan menjalankan pendidikan anak-anak, melakukan pembelajaran dalam VR di mana anak-anak melakukan perjalanan dalam waktu. 

Nimesh Patel, CEO dan pendiri perusahaan pendidikan Kabuni mengatakan siswa memasuki elevator ruang virtual untuk mempelajari astrofisika, menavigasi waktu untuk menjalani pelajaran sejarah, dan terhubung dengan mentor AI untuk pengalaman pembelajaran yang dipersonalisasi.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement