Jumat 24 Nov 2023 16:20 WIB

Bumi Terima Pesan Laser Berjarak Ratusan Juta Kilometer, Alien?

NASA memastikan laser ini sama sekali tidak berbahaya.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Natalia Endah Hapsari
Planet Bumi menerima pesan laser yang berjarak belasan juta kilometer atau setara dengan 40 kali jarak ke bulan./ilustrasi
Foto: Wikimedia
Planet Bumi menerima pesan laser yang berjarak belasan juta kilometer atau setara dengan 40 kali jarak ke bulan./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Sebuah laser yang dipancarkan dari jarak lebih dari ratusan juta kilometer baru saja menghantam Bumi. Namun berbeda dengan film Independence Day, laser ini sama sekali tidak berbahaya dan Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) mengatakan kita tidak bisa menuding alien alias makhluk luar angkasa.

Laser tersebut dipancarkan ke Bumi oleh pesawat luar angkasa Psyche milik NASA, yang saat ini berjarak lebih dari 100 juta mil (160 juta kilometer) jauhnya dari Bumi. Sebagai gambaran, jaraknya 40 kali lebih jauh dari bulan.

Baca Juga

NASA berharap teknologi baru ini suatu hari nanti dapat memungkinkan para astronot dalam misi masa depan, untuk melakukan panggilan video ke Bumi dari jarak yang jauh seperti Mars. Ini adalah pengujian pertama atau 'cahaya pertama', sistem laser Deep Space Optical Communications (DSOC).

Ini juga pertama kalinya laser digunakan untuk mengirim data lebih jauh dari Bulan. NASA menyatakan ingin menggunakan teknologi yang diuji untuk membangun jaringan komunikasi di luar angkasa, seperti jaringan kabel serat optik yang digunakan di Bumi.

DSOC mengendarai pesawat ruang angkasa Psyche saat menyelesaikan perjalanan sejauh 2,2 miliar mil (3,6 miliar kilometer) ke asteroid 16 Psyche antara Mars dan Jupiter.

Dalam perjalanannya, Psyche akan menyelesaikan 'penerbangan ke Mars', memberikan kesempatan kepada para pakar di NASA untuk melihat apakah misi Mars di masa depan dapat menggunakan laser untuk tetap berhubungan dengan Bumi.

“Mencapai cahaya pertama adalah salah satu dari banyak tonggak penting DSOC dalam beberapa bulan mendatang,” ungkap Direktur Demonstrasi Teknologi Markas Besar NASA, Trudy Kortes, melansir Daily Mail, Jumat (24/11/2023).

Kortes menambahkan bahwa tes ini membuka jalan bagi 'komunikasi dengan kecepatan data lebih tinggi yang mampu mengirimkan informasi ilmiah, gambar definisi tinggi, dan streaming video untuk mendukung lompatan besar umat manusia berikutnya.'

Saat ini satelit menggunakan sinyal radio untuk berkomunikasi, menerima perintah, dan mengembalikan data ke pengontrol. Gelombang radio dan laser keduanya, merupakan jenis radiasi elektromagnetik yang dapat melewati ruang hampa dengan kecepatan cahaya.

Perbedaannya adalah karena cahaya inframerah adalah gelombang frekuensi tinggi, sistem komunikasi laser baru NASA dapat mentransfer lebih banyak informasi per detik.

Transceiver laser penerbangan mengambil data dalam bentuk bit, dan mengkodekannya ke dalam foton yang membentuk laser.

Kembali ke Bumi, sinyal diterima oleh rangkaian detektor superkonduktor berefisiensi tinggi, yang mengidentifikasi foton individual saat foton tersebut tiba dan menerjemahkan data.

Meskipun sinyalnya bergerak dengan kecepatan cahaya, jarak yang jauh menjadikan tantangan besar untuk memancarkan sinyal laser secara akurat ke penerima di Bumi.

DSOC pertama kali mengunci suar laser uplink yang kuat, yang ditransmisikan oleh Laboratorium Teleskop Komunikasi Optik di Fasilitas Table Mountain JPL, California, Amerika Serikat.

Hal ini memungkinkan pesawat ruang angkasa mengarahkan lasernya ke jalur komunikasi di Palomar, sekitar 100 mil (130 km) ke arah selatan.

Pimpinan operasi DSOC Jet Propulsion Laboratory NASA, Meera Srinivasan, mengatakan bahwa tes tersebut adalah yang pertama yang sepenuhnya menggabungkan aset darat dan transceiver penerbangan, sehingga tim operasi DSOC dan Psyche harus bekerja bersama-sama. “Ini adalah tantangan yang berat, dan masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan, namun dalam waktu singkat, kami mampu mengirimkan, menerima, dan memecahkan kode beberapa data,” kata Srinivasan.

NASA juga bersiap membangun sistem komunikasi laser dua arah di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Awal bulan ini, NASA mengirimkan terminal komunikasi laser ke ISS, untuk menguji bagaimana laser berkecepatan tinggi dapat digunakan di orbit rendah.

Tujuan utamanya adalah mengintegrasikan laser ke seluruh sistem komunikasi untuk membangun jaringan yang lebih cepat dan andal di luar angkasa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement