Rabu 22 Nov 2023 09:11 WIB

Huawei Bantu Konektivitas 90 Juta Orang Daerah Terpencil di Dunia

Huawei akan terus membangun infrastruktur komunikasi yang lebih kuat.

A customer carries his purchased Huawei product stands outside a Huawei store after he attending the Huawei new product launch conference, in Beijing, Monday, Sept. 25, 2023.
Foto: AP Photo/Andy Wong
A customer carries his purchased Huawei product stands outside a Huawei store after he attending the Huawei new product launch conference, in Beijing, Monday, Sept. 25, 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Huawei, Liang Hua, mengungkapkan perusahaannya telah membantu mewujudkan konektivitas 90 juta orang di daerah terpencil hampir di 80 negara. Hampir setengahnya adalah negara yang masuk daftar negara miskin.

"34 dari negara-negara itu masuk daftar 46 negara miskin di dunia menurut PBB," kata Liang di Dongguan, provinsi Guangdong, China, pada Selasa, dalam acara 'Sustainability Forum 2023'  menyampaikan capaian Huawei membangun infrastruktur komunikasi di berbagai negara.

Baca Juga

"Infrastruktur digital seperti konektivitas dan daya komputasi, sama pentingnya seperti infrastruktur fisik misalnya jalan raya dalam mendorong pembangunan sosio-ekonomi bagi generasi mendatang. Infrastruktur komunikasi ini ini sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan," kata Liang menambahkan.

Dengan demikian, transisi digital di banyak industri menjadi semakin cepat sehingga mendorong integrasi ekonomi digital dan sektor riil secara lebih mendalam, sambung dia.

Mengutip laporan badan PBB untuk teknologi informasi (ITU), dia menyatakan berkat perluasan jangkauan jaringan global, kini hanya 5 persen penduduk dunia atau 400 juta orang, yang tinggal di wilayah tanpa jaringan seluler.

"Namun masih terdapat kesenjangan penggunaan besar karena banyak orang yang memiliki jangkauan internet masih belum menggunakan Internet. Pada akhir September 2023, hampir 2,6 miliar orang, atau sekitar 33 persen populasi dunia, belum pernah menggunakan Internet," ungkap Liang.

Kebanyakan dari mereka berasal dari negara-negara berkembang atau masyarakat pedesaan.

Liang mengatakan Huawei akan terus membangun infrastruktur komunikasi yang lebih kuat untuk mempercepat transformasi digital dan cerdas di seluruh industri.

Dia kemudian menunjuk Ghana sebagai contohnya di mana Huawei dengan pemerintah setempat berkolaborasi menyediakan layanan komunikasi dan data kepada 3,5 juta orang di 172 wilayah pedesaan sehingga meningkatkan konektivitas dari 83 persen menjadi 95 persen.

Selanjutnya di Provinsi Yunnan, China barat daya, peningkatan infrastruktur dan teknologi digital mendukung pengembangan model bisnis baru di kota Heshun, melalui proyek pariwisata cerdas. 

Proyek itu meningkatkan....

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement