Rabu 15 Nov 2023 14:43 WIB

Tertarik Investasi Emas Digital? Cek Dulu Untung Ruginya

Cari tahu dulu profil provider emas digital agar tidak tertipu.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Natalia Endah Hapsari
Untuk menghindari risiko penipuan, sebaiknya menempatkan atau menabung emas digital di provider yang tepercaya.
Foto: Biznet
Untuk menghindari risiko penipuan, sebaiknya menempatkan atau menabung emas digital di provider yang tepercaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Harga emas logam mulia Antam sudah menyentuh harga Rp 1 juta per gram, namun tidak menyurutkan peminatnya untuk berinvestasi emas. Tetapi ada juga tipe orang yang tidak mau ribet, sehingga memilih investasi emas secara digital.

Beberapa provider menjanjikan investasi emas digital yang menguntungkan, tetapi banyak pula yang bodong. Perencana keuangan Ruisa Khoiriyah mengatakan, sebelum memutuskan investasi, penting untuk mencari tahu dulu profil provider emas digital agar tidak tertipu.

Baca Juga

“Dulu kan pernah ada kasus Tamasia itu ya. Pilih provider yang tepercaya, yang memang lama berkecimpung di bisnis itu,” ungkap Ruisa saat dihubungi Republika belum lama ini.

Tamasia merupakan toko emas digital yang operasionalnya sudah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) sejak 2018. Banyak nasabah yang tertipu dengan Tamasia lantaran embel-embel syariah yang mereka sematkan, padahal mereka belum mendapat izin.

Ruisa mengatakan, berinvestasi emas digital ini memang menarik karena harga bisa lebih murah sebab tidak dikenakan biaya cetak dan biaya asuransi juga biasanya belum disertakan. “Hanya saja memang berisiko karena emas fisiknya tidak kita pegang,” ucap dia.

Oleh karena itu untuk menghindari risiko penipuan, sebaiknya menempatkan atau menabung emas digital di provider yang tepercaya. Misalnya provider yang memiliki hubungan kuat dengan pabrik emas langsung, sehingga saat butuh untuk cetak, risiko susah cetak karena stok tidak ada itu bisa diminimalisir. 

“Menabung emas digital bisa efektif bila dilakukan rutin. Dan untuk menghindari risiko bisa juga dicetak rutin setelah di ukuran tertentu, misalnya kalau sudah terkumpul 50 gram itu langsung dicetak, dan seterusnya, biaya cetak bisa lebih hemat,” papar Ruisa.

Untuk menyimpan emas digital yang sudah dicetak, penempatan bisa di Safe Deposit Box (SDB) agar aman. Sementara untuk investasi emas fisik, memang akan menjadi mahal jika membeli yang ukuran kecil karena berat di ongkos cetak emas.

“Jadi untuk emas fisik, sebaiknya beli yang ukuran cukup besar, setidaknya 10 gram. Penempatannya juga agak PR karema ada risiko hilang. Tapi bila sudah banyak, bisa ke SDB ya,” ucap dia.

Tetapi perlu diingat juga bahwa berinvestasi di emas digital ada risiko akun terblokir. Oleh karena itu, perlu dipahami dulu sejauh mana pertanggung jawaban dari provider bila sampai ada kejadian seperti itu, sebelum akhirnya memutuskan investasi di provider tersebut.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement