Selasa 07 Nov 2023 13:59 WIB

Untuk Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Oktober Tergerus

Stabilisasi rupiah ini guna mengantisipasi dampak ketidakpastian global.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Teller menghitung uang di Bank BNI, Jakarta, Kamis (21/4/2022) (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Teller menghitung uang di Bank BNI, Jakarta, Kamis (21/4/2022) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2023 tetap tinggi sebesar 133,1 miliar dolar AS. Meskipun tinggi, Direktur Departemen Komunikasi BI Nita A Muelgini mengatakan, cadangan devisa tersebut menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir September 2023 sebesar 134,9 miliar dolar AS.

"Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Nita A Muelgini dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (7/11/2023).

Baca Juga

Dia menjelaskan, penggunaan cadangan devisa untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai langkah antisipasi dampak rambatan. Terlebih saat ini dalam kondisi semakin meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Nita menambahkan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor. Posisi cadangan devisa tersebut juga setara 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ucap Nita.

Ke depan, Nita menegaskan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa akan tetap memadai. Hal tersebut didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga seiring dengan respons bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Sebelumnya, BI memberikan penjelasan mengenai penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penurunan cadangan devisa tersebut berkaitan dengan kebutuhan untuk mengatasi tekanan global.

"Kita gunakan pada saat tekanan global seperti ini ya wajar," kata Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jumat (3/11/2023).

Perry menuturkan, cadangan devisa memang dikumpulkan namun saat sedang panen. Untuk itu, Perry menyebut cadangan devisa sempat naik hingga 139 miliar dolar AS.

"Cadangan devisa (naik) pada saat inflow-nya besar dan ekspor juga besar. Nah kita gunakan saat tertentu saja ada tekanan global seperti ini," ucap Perry.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement