Ahad 05 Nov 2023 15:51 WIB

Ini Bahaya Anak-Anak di Bawah Usia Dua Tahun Main Gawai

Media digital sering digunakan sebagai pengasuh saat anak merasa bosan.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Natalia Endah Hapsari
Anak di bawah usia dua tahun dilarang bermain dengan gawai./ilustrasi
Foto: Pixabay
Anak di bawah usia dua tahun dilarang bermain dengan gawai./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM — Dokter anak Swedia telah menyatakan bahwa anak-anak yang berusia di bawah dua tahun sebaiknya tidak diperkenankan untuk menggunakan ponsel pintar, tablet, atau menonton televisi. Asosiasi Dokter Anak Swedia juga merekomendasikan bahwa anak-anak berusia dua hingga lima tahun sebaiknya hanya diberi waktu satu jam sehari untuk menatap layar.

Para ahli telah lama mengingatkan tentang pengaruh negatif waktu layar terhadap perkembangan anak. Rekomendasi baru ini bertujuan untuk membantu pembuat kebijakan nasional, dan juga memberikan panduan kepada orang tua tentang tanggung jawab mereka dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anak.

Baca Juga

Langkah serupa sebelumnya telah diambil oleh pejabat Denmark pada September, yang hanya mengizinkan anak-anak di bawah dua tahun menggunakan perangkat tersebut dalam "kasus yang sangat khusus”, seperti anak-anak yang mengalami kesulitan belajar.

Dalam laporan terbaru,dokter Swedia menjelaskan bahwa meskipun layar digital dapat menyediakan informasi yang bermanfaat, hiburan, dan peluang untuk berinteraksi dengan orang lain, otak anak-anak di bawah dua tahun belum cukup matang untuk mengambil manfaat dari penggunaan layar. “Penelitian menunjukkan perkembangan anak-anak dapat terkena dampak negatif dari penggunaan layar digital sejak dini,” tulis laporan itu, dilansir Daily Mail, Ahad (5/11/2023).

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa anak-anak yang sering menggunakan ponsel pintar, tablet, dan komputer memiliki masalah konsentrasi, sulit mengingat informasi, dan lebih mungkin mengalami masalah perilaku atau depresi. Namun, para dokter juga menekankan pentingnya mengendalikan penggunaan layar oleh orang dewasa. Media digital sering memiliki mekanisme penguatan yang membuat anak-anak semakin tertarik untuk menggunakannya, dan ada risiko bahwa media digital dapat digunakan sebagai pengasuh anak saat anak merasa bosan atau ketika orang dewasa tidak ada di sekitar.

Pada 2019, Organisasi Kesehatan Dunia juga mengeluarkan panduan serupa, menyarankan anak-anak di bawah usia tiga tahun untuk tidak menonton TV atau bermain gim di tablet. Mereka yang berusia tiga hingga empat tahun juga dianjurkan untuk tidak melebihi satu jam waktu menatap layar dalam sehari.

Meskipun panduan ini mendapat kritik dari beberapa ahli di Inggris, yang berpendapat bahwa bukti ilmiahnya masih terbatas, rekomendasi tersebut tetap menekankan perlunya pendekatan berhati-hati dalam penggunaan layar oleh anak-anak. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement