Jumat 03 Nov 2023 17:30 WIB

TikTok Shop Dikabarkan akan Kembali Beroperasi, UMKM Mengaku Senang

UMKM menyebut banyak fitur menghibur dan raih pasar besar di TikTok Shop

Rep: Dedy Darmawan Nasution / Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Seseorang menunjukan fitur TikTok Shop yang resmi ditutup di Jakarta, Rabu (4/10/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Seseorang menunjukan fitur TikTok Shop yang resmi ditutup di Jakarta, Rabu (4/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TikTok Shop dikabarkan bakal kembali beroperasi sebagai e-commerce di Indonesia namun dengan bergabung bersama PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pelaku usaha mikro mengaku gembira bila TikTok Shop kembali karena telah mampi mendongkrak penjualan lebih tinggi ketimbang platform lainnya. 

“UMKM pasti senang karena mereka sudah nyaman dengan cara jualan di TikTok Shop, durasinya panjang. Banyak fitur-fitur menghibur, itu yang bikin orang dapat pasar lebih besar dari pada live shopping di platform lain seperti Lazada, Tokopedia, dan Shopee,” kata Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumandiri), Hermawati Setyorinny, kepada Republika.co.di, Jumat (3/11/2023). 

Hermawati juga telah mengetahui ihwal TikTok Shop yang diisukan akan merger dengan GOTO. Menurut dia, apapun bentuknya, pelaku UMKM tetap menyambut positif platform digital karena bermanfaat untuk mempermudah penjualan. 

Pasalnya, kata dia, Akumandiri mencatat hingga saat ini baru sekitar 30 persen anggota yang baru masuk ke platform digital. Sisanya memilih untuk berdagang konvensional karena tak paham menggunakan teknologi maupun tak punya waktu di depan kamera. 

“Sebenarnya PR-nya bukan ada tidaknya (TikTok Shop) tapi kesadaran pelaku UMKM untuk bertransformasi teknologi yang pemerintah belum banyak hadir untuk berikan edukasi,” ujar Hermawaty. 

Lebih lanjut, ia menerangkan, kehadiran platform toko online berangkat juga dari kemalasan konsumen untuk menghabiskan waktu dalam berbelanja di toko konvensional. Oleh karena itu, muncul teknologi digital yang mempermudah konsumen berbelanja hanya dengan membuka ponsel dari tempat tidur.  

Hal itu, yang semestinya ditangkap oleh pelaku UMKM saat ini untuk mengembangkan usahanya dengan perluasan jangkauan pasar. 

Sebagai informasi, kabar rencana merger dua platform tersebut mulanya muncul dari Analis Maybank Sekuritas, Etta Rusdiana Putra dalam laporannya yang diterbitkan pada 17 Oktober 2023 lalu. 

Ia mengatakan, TikTok Shop memerlukan lisensi e-commerce setelah pemerintah secara efektif melarang integrasi vertikal antara media sosial dan platform e-commerce pada akhir September lalu. 

Namun, menurutnya, TikTok akan berupaya untuk terus memperluas bisnis e-commercenya-nya karena Indonesia adalah pasar yang menguntungkan dan ada tiga strategi yang bisa diterapkan. 

Yakni berkolaborasi dengan platform yang sudah ada, membangun platform e-commerce sendiri, dan mengakuisisi pemain yang sudah ada. 

“Media lokal berspekulasi bahwa TikTok Shop akan kembali hadir di Indonesia pada 10 November 2023 (Hari Pahlawan Indonesia,” tulisnya. 

Ia menilai, cara tercepat agar TikTok Shop dapat kembali beroperasi adalah melalui kemitraan dengan pemain yang sudah ada. Setidaknya ada tiga syarat penting untuk bisa menjadi mitra TikTok Shop.

Pertama, punya ekosistem yang terintegrasi. Kedua, basis yang sangat besar di Indonesia. Ketiga, pemahaman mendalam tentang pasar lokal. GOTO dinilai bisa menjadi mitra ideal untuk TikTok Shop.  “Dengan asumsi model kemitraan, kami yakin GOTO adalah kandidat utama,” ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement