Jumat 03 Nov 2023 20:56 WIB

Mengerikan, Begini Prediksi Ilmuwan Bila Kiamat Terjadi

Peneliti mempelajari fenomena kiamat yang terjadi pada sebuah bintang di luar angkasa

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Natalia Endah Hapsari
 Saat dunia berada pada tahap terakhir kehidupannya, matahari kita akan mengembang hingga 1.000 kali lipat ukurannya dan dengan cepat menghancurkan Bumi./ilustrasi
Foto: Dailymail
Saat dunia berada pada tahap terakhir kehidupannya, matahari kita akan mengembang hingga 1.000 kali lipat ukurannya dan dengan cepat menghancurkan Bumi./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Para ilmuwan telah memprediksi peristiwa yang akan terjadi ketika kiamat. Saat dunia berada pada tahap terakhir kehidupannya, matahari kita akan mengembang hingga 1.000 kali lipat ukurannya dan dengan cepat menghancurkan Bumi. Prediksi ini muncul setelah para peneliti mempelajari fenomena serupa yang terjadi pada sebuah bintang di luar angkasa.

Perhitungan matematis baru yang melibatkan Rho Coronea Borealis, sebuah bintang yang berjarak 57 tahun cahaya dari Bumi, telah mengungkapkan bahwa bintang tersebut mendekati akhir siklus hidupnya, dan segera bertransisi menjadi raksasa merah dalam waktu sekitar satu miliar tahun. Efek dari transisi ini akan memengaruhi planet-planet yang mengorbitnya, dengan sebagian mungkin menguap, dan sebagian lainnya mengalami kerusakan serius dalam dampak atmosfer bintang yang mengembang.

Baca Juga

Ilmuwan pertama kali mengemukakan teori bahwa matahari kita akan mengalami nasib serupa sekitar tahun 1940-an, tapi kesimpulan saat itu adalah bahwa peristiwa tersebut tidak akan terjadi dalam lima miliar tahun ke depan.

"Kami melihat bahwa tiga planet bagian dalam (e, b, dan c) akan terkena efek fase raksasa merah dan cabang raksasa asimtotik, yang kemungkinan besar akan menghancurkan planet-planet tersebut melalui penguapan atau gangguan pasang surut," kata penelitian yang dipublikasikan di arXiv, seperti dilansir //Daily Mail//, Jumat (3/11/2023).

Meskipun Rho Coronae Borealis memiliki massa yang hampir sama dengan matahari dan berukuran 1,3 kali lebih besar, serta memiliki luminositas 1,7 kali lipat dari Matahari, bintang ini lebih tua dua kali lipat daripada matahari kita, yakni sekitar 4,6 miliar tahun. Penelitian ini dilakukan oleh seorang ilmuwan dari Departemen Ilmu Bumi dan Planet, University of California, Riverside, Stephen R. Kane, yang menjelajahi dampak evolusi bintang terhadap eksoplanet yang mengorbitnya secara dekat setelah bintang tersebut mengalami perubahan menjadi raksasa gas.

Dalam penelitiannya, Kane menggunakan model evolusi bintang untuk memahami dampak transisi bintang menjadi raksasa merah terhadap planet-planet yang mengelilinginya. Tiga planet tersebut setidaknya seukuran Bumi, dengan dua planet terdalam berada lebih dekat ke bintang daripada Merkurius.

Menurut model ini, bintang tersebut akan mencapai tahap raksasa merah dalam sekitar 11.5874 miliar tahun, dan tiga planet tersebut akan mengalami nasib yang berbeda saat bintang tersebut mengembang. Planet E diperkirakan akan menguap di dalam atmosfer bintang, Planet B akan mengalami gangguan pasang surut dan kemungkinan besar akan berdampak pada Planet c. Planet d bisa saja ditelan oleh bintang atau didorong ke orbit lain.

"Proses evolusi bintang, dari deret utama, ekspansi menjadi raksasa bintang, hingga kontraksi akhir menjadi katai putih, memiliki dampak signifikan pada planet-planet yang mengorbitnya," ujar Kane dalam penelitiannya.

Prediksi ini memberikan gambaran menarik tentang perkembangan masa depan matahari dan planet-planet yang mengelilinginya, meskipun peristiwa ini diperkirakan akan terjadi dalam waktu yang sangat lama. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement