Selasa 24 Oct 2023 19:08 WIB

Misteri Terungkap, Ini Sejarah di Balik Pemakaman Pertama di Dunia

Ada bukti mengenai pemakaman manusia yang dilakukan dengan sengaja.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Natalia Endah Hapsari
Ada penelitian yang kontroversial yang menyatakan bahwa kerabat manusia purba mungkin telah melakukan penguburan sekitar 300 ribu tahun yang lalu di wilayah Afrika Selatan (ilustrasi)
Foto: antara
Ada penelitian yang kontroversial yang menyatakan bahwa kerabat manusia purba mungkin telah melakukan penguburan sekitar 300 ribu tahun yang lalu di wilayah Afrika Selatan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Budaya di seluruh dunia telah lama menghormati orang-orang yang telah meninggal dengan melakukan penguburan. Ritual penguburan ini memiliki sejarah dan tradisi yang kaya, bervariasi dari satu budaya ke budaya lainnya. Namun, pertanyaannya adalah, kapan manusia pertama kali mulai melakukan penguburan?

Sayangnya, tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini karena tidak semua situs pemakaman telah dilestarikan, dan tidak semuanya ditemukan atau dipelajari. Meskipun demikian, bukti paling awal yang telah ditemukan menunjukkan penguburan manusia dimulai pada masa Paleolitik Tengah, kira-kira 300 ribu hingga 30 ribu tahun yang lalu.

Baca Juga

"Setidaknya 120 ribu tahun yang lalu, kita memiliki bukti mengenai pemakaman manusia yang dilakukan dengan sengaja,” kata profesor antropologi dari University of Arizona, Mary Stiner, dilansir Live Science, Selasa (24/10/2023).

Namun, ada penelitian kontroversial yang menyatakan kerabat manusia purba mungkin telah melakukan penguburan sekitar 300 ribu tahun yang lalu di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Afrika Selatan. Namun, hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuan.

Penguburan manusia modern yang pertama dari segi anatomi yang diketahui, yang berusia sekitar 120 ribu tahun, ditemukan di gua-gua seperti Gua Qafzeh di Israel.

Bukti penguburan Neanderthal yang berasal dari sekitar 115 ribu tahun yang lalu juga ditemukan di gua yang sama. Stiner mencatat bahwa gua-gua banyak digunakan oleh manusia pada masa Paleolitik Tengah untuk beraktivitas sehari-hari seperti tinggal, makan, dan bersosialisasi.

Peneliti seperti Stiner yakin penguburan di gua ini adalah tindakan manusia yang disengaja, bukan sekadar hasil alam seperti runtuhnya gua. Hal ini terlihat dari posisi tubuh yang ditemukan, yang mirip dengan posisi janin, serta adanya benda-benda manusia di sekitarnya. Ini menunjukkan bahwa penguburan telah direncanakan, bahkan mungkin lubang penguburan digali dan diisi dengan benda-benda budaya.

Asal usul penguburan tidak sepenuhnya dipahami, tetapi manusia purba memiliki alasan untuk mengurus jenazah mereka agar tidak membusuk. Menurut seorang kurator di Pusat Studi Evolusi Manusia di University of Cambridge, Trish Biers manusia dan banyak hewan lainnya memiliki “ketidaknyamanan bawaan” terhadap pembusukan. Karena itu, penguburan awal mungkin hanya menjawab kebutuhan praktis ini, sebelum menjadi lebih rumit.

Penguburan yang semakin kompleks tidak selalu berlangsung secara linier. Penelitian menunjukkan bahwa penguburan rumit di Eurasia muncul dan menghilang selama Paleolitikum Atas (45 ribu hingga 10 ribu tahun yang lalu), dengan sebagian besar penguburan yang dilakukan sederhana, berisi benda-benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Cara penguburan juga dipengaruhi oleh lingkungan dan ketersediaan bahan-bahan. Penguburan dengan kremasi, contohnya, hanya mulai dilakukan beberapa waktu kemudian, dengan catatan tertua yang dikenal sebagai "Mungo Lady" yang berasal dari sekitar 40 ribu tahun lalu di Australia.

Sebagai kesimpulan, praktik penguburan sangat bervariasi, dan studi mengenai kematian dan praktik penguburan membuka wawasan tentang keragaman manusia dalam menghadapi kematian. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement