Senin 23 Oct 2023 06:49 WIB

Penumpang Kereta Cepat Whoosh Membeludak, Okupansi Capai 95 Persen

Rekor tertinggi penumpang Whoosh terjadi pada Sabtu, 11 ribu penumpang.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Penumpang melewati pintu tiket saat akan menaiki kereta cepat WHOOSH di Stasiun Halim, Jakarta, Selasa (17/10/2023). PT KCIC meresmikan aplikasi mobile penjualan tiket bernama WHOOSH Kereta Cepat serta melakukan perjalanan pertama yang mengangkut penumpang berbayar. Pada peresmian tersebut PT KCIC juga memberikan promo bagi penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi WHOOSH dengan biaya sebesar Rp150 ribu untuk kelas premium ekonomi dari tanggal 18 Oktober hingga 30 November mendatang sebagai upaya menarik minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik berbasis rel.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Penumpang melewati pintu tiket saat akan menaiki kereta cepat WHOOSH di Stasiun Halim, Jakarta, Selasa (17/10/2023). PT KCIC meresmikan aplikasi mobile penjualan tiket bernama WHOOSH Kereta Cepat serta melakukan perjalanan pertama yang mengangkut penumpang berbayar. Pada peresmian tersebut PT KCIC juga memberikan promo bagi penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi WHOOSH dengan biaya sebesar Rp150 ribu untuk kelas premium ekonomi dari tanggal 18 Oktober hingga 30 November mendatang sebagai upaya menarik minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik berbasis rel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat okupansi yang baik dalam operasional Kereta Cepat Whoosh. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyebutkan, rata-rata okupansi Kereta Cepat Whoosh pada 21 Oktober 2023 mencapai 86 persen dan beberapa di antaranya mencapai lebih dari 95 persen untuk rute dan jadwal tertentu.

"Jadwal perjalanan dengan tingkat okupansi di atas 95 persen adalah Whoosh keberangkatan Halim pukul 16.45 WIB, 18.00 WIB, dan Whoosh keberangkatan Tegalluar maupun Padalarang pukul 16.45 WIB," kata Eva dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (22/10/2023).

Baca Juga

Dia menambahkan, perjalanan yang memiliki okupansi di atas 90 persen adalah Whoosh keberangkatan Halim pukul 06.40 WIB, 07.30 WIB, 08.45 WIB, 09.45 WIB, 10.20 WIB. Selain itu juga Whoosh keberangkatan Tegalluar ataupun Padalarang pukul 15.35 WIB dan 17.35 WIB.

Eva menuturkan, KCIC  mencatat jumlah penumpang tertingginya sejak dioperasikan yaitu sebanyak 11.329 penumpang pada keberangkatan Sabtu, 21 Oktober 2023. "Jumlah ini dapat tercapai melalui 22 perjalanan KA dengan rincian 14 perjalanan reguler dan delapan perjalanan tambahan," ungkap Eva.

Dia menilai, membeludaknya jumlah penumpang ini menunjukan tingginya animo masyarakat yang ingin menggunakan Kereta Cepat Whoosh untuk perjalanan Jakarta-Bandung. Sejak terpantau adanya peningkatan jumlah pemesanan, Eva memastikam KCIC langsung melakukan antisipasi dengan menambah perjalanan sehingga dapat mengakomodasi permintaan masyarakat.

Berdasarkan data penjualan tiket, jumlah penumpang pada Ahad 22 Oktober juga masih tinggi. Tercatat 10.968 penumpang yang telah melakukan pemesanan tiket untuk perjalanan Kereta Cepat Whoosh ke berbagai rute dengan rata-rata okupansi mencapai 83% dan beberapa perjalanan mencapai 96 persen.

"Jumlah tersebut masih sangat dinamis dan mungkin bertambah karena penjualan masih terus berlangsung," ujar Eva.

Melihat masih tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta cepat Whoosh pada hari ini, Eva menegaskan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang. KCIC akan menyiapkan dan meningkatkan layanan di area stasiun mulai dari ruang tunggu, loket, area komersial, hingga di dalam perjalanan.

"KCIC juga akan terus berkoordinasi dengan KAI dan stakeholder lainnya untuk mempersiapkan angkutan pemadu moda guna melayani penumpang yang ingin meneruskan perjalanan dari ke Cimahi, Bandung, maupun destinasi lainnya," jelas Eva.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement