Sabtu 21 Oct 2023 09:15 WIB

Sekjen PBB: Truk Bantuan Harus Masuk ke Gaza Secepatnya

Dia menyerukan agar sejumlah truk masuk ke Gaza setiap hari.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Foto satelit dari Planet Labs PBC ini menunjukkan konvoi truk bantuan di sisi perbatasan Rafah di Mesir, kiri, dan Jalur Gaza, kanan, Kamis, 19 Oktober 2023.
Foto: AP Photo/Planet Labs PBC
Foto satelit dari Planet Labs PBC ini menunjukkan konvoi truk bantuan di sisi perbatasan Rafah di Mesir, kiri, dan Jalur Gaza, kanan, Kamis, 19 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, RAFAH -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyebut truk bantuan harus diangkut ke Gaza secepat mungkin. Hal ini ia sampaikan saat berada di sisi penyeberangan Rafah, antara Jalur Gaza dan Mesir.

Dia menyerukan agar sejumlah truk masuk ke Gaza setiap hari, serta verifikasi bantuan dilakukan dengan cara yang praktis dan cepat. “Kami secara aktif terlibat dengan semua pihak untuk memastikan kondisi penyaluran bantuan ditingkatkan,” kata dia, dikutip di Arab News, Sabtu (21/10/2023).

Baca Juga

Guterres melakukan kunjungan ke perbatasan Rafah dengan Gaza di sisi Mesir pada Jumat (20/10/2023). Ini ia lakukan untuk mengawasi persiapan pengiriman bantuan ke daerah kantong yang dilanda perang tersebut.

PBB juga menyebut truk-truk yang berisi bantuan internasional untuk Gaza akan dikirim dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, warga Palestina sangat membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan nyawa mereka setelah pengeboman tanpa henti dari Israel.

Israel bersumpah menghancurkan Hamas setelah kelompok tersebut melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Jalur Gaza pada 7 Oktober. Menurut pejabat Israel, aksi ini menewaskan sedikitnya 1.400 orang, dengan sebagian besar warga sipil.

Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, pesawat perang Israel telah meratakan seluruh blok kota di Gaza, sebagai persiapan untuk invasi darat yang mereka katakan akan segera dilakukan. Menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas, lebih dari 3.785 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, gugur dalam pengeboman tersebut.

PBB lantas mengatakan lebih dari satu juta dari 2,4 juta penduduk Gaza menjadi pengungsi. Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut pun memburuk setiap harinya.

Juru bicara kepala kemanusiaan PBB Martin Griffiths mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa mereka sedang melakukan negosiasi mendalam dan berlanjut dengan semua pihak, untuk memastikan bantuan disalurkan secepat mungkin.

“Pengiriman pertama akan dimulai sekitar beberapa hari ke depan," ujar dia.

Seorang reporter AFP melihat obat-obatan, alat pemurni air dan selimut diturunkan di bandara El-Arish dekat Gaza. Kepala Bulan Sabit Merah Mesir, Ahmed Ali, mengatakan dia menerima dua hingga tiga pesawat bantuan sehari.

"Situasi di Gaza sangat buruk. Waktu hampir habis dan jumlah korban di kalangan anak-anak terus meningkat," kata juru bicara UNICEF untuk wilayah Teluk, Sara Alzawqari.

Media penyiaran milik pemerintah Mesir, Al Qahera News, mengatakan penyeberangan Rafah merupakan satu-satunya rute menuju Gaza. Gerbang ini akan dibuka pada Jumat, tetapi Kairo mengatakan memerlukan lebih banyak waktu untuk memperbaiki jalan.

Seorang sumber keamanan mengatakan untuk meningkatkan harapan bantuan dapat segera mengalir, Mesir telah menghilangkan blok beton di satu-satunya rute menuju Gaza.

"Mesir masih memperbaiki jalan-jalan yang rusak akibat bom. Pada Jumat, kendaraan dan peralatan Mesir dikerahkan untuk memperbaiki jalan di sisi Palestina,” kata para saksi mata.

Direktur kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kesepakatan yang dibuat oleh Presiden AS Joe Biden untuk mengizinkan masuknya 20 truk ibarat satu tetesan air di lautan kebutuhan. “Harusnya 2.000 truk,” kata Michael Ryan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement