Selasa 10 Oct 2023 06:08 WIB

Pendukung Palestina-Israel Bentrok di AS

Polisi mengepung kompleks PBB ketika sejumlah pengunjuk rasa pro-Palestina berkumpul

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Seorang Kepala Polisi Kota New York (kanan) berbicara kepada pendemo ketika pendukung Palestina mendekati pendukung Israel selama protes antara demonstran Palestina dan Israel di New York, AS, Ahad (8/10/2023).
Foto: EPA-EFE/Peter Foley
Seorang Kepala Polisi Kota New York (kanan) berbicara kepada pendemo ketika pendukung Palestina mendekati pendukung Israel selama protes antara demonstran Palestina dan Israel di New York, AS, Ahad (8/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Para pendukung Israel dan pendukung perjuangan Palestina mengadakan demonstrasi yang saling bersaing di beberapa kota di Amerika Serikat. Mereka menyoroti konflik yang telah menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya di Timur Tengah.

Demonstrasi dan keterlibatan para pemimpin politik AS menunjukkan dampak luas dari konflik Israel dan Hamas tersebut. Di New York City, polisi mengepung kompleks PBB ketika sejumlah pengunjuk rasa pro-Palestina berkumpul satu blok jauhnya, meneriakkan dan mengibarkan bendera.

Baca Juga

Barikade logam menahan mereka di trotoar ketika petugas berusaha memisahkan kelompok pendukung Palestina dari kelompok lawan di seberang jalan. Beberapa di antaranya mengibarkan bendera Israel.

Ketika beberapa demonstran pro-Palestina hendak pergi, orang-orang yang berteriak dan membawa bendera Israel melintasi barikade. Sebuah bentrokan singkat terjadi di tengah kerumunan.

Seorang pria merobek bendera Israel dan melemparkannya ke trotoar, lalu orang-orang menginjaknya. Polisi dengan cepat memisahkan kedua belah pihak.

“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ketika Palestina bangkit dalam perlawanan, diaspora juga ikut bangkit,” kata Munir Atalla dari Gerakan Pemuda Palestina sebelum bentrokan.

Sedangkan di Times Square, media sosial sebelumnya menunjukkan para pendukung Palestina berunjuk rasa, dengan barikade polisi memisahkan massa dari kelompok pro-Israel. Warga pro-Palestina akhirnya berbaris sambil meneriakkan “Palestina merdeka, merdeka, panjang umur Palestina” dan “Dari sungai hingga laut, Palestina akan merdeka” sementara wisatawan dan penonton mengambil foto.

Sedangkan di Atlanta, lebih dari 75 orang berdemonstrasi di konsulat Israel pada Ahad (8/10/2023) sore. Mereka meneriakkan slogan-slogan yang mendukung Hamas dan menyerukan diakhirinya bantuan AS kepada Israel.

“Kami di sini karena kami pikir semua orang di Amerika mendanai apartheid Israel,” kata anggota Partai Sosialisme dan Pembebasan Natalie Villasana.

Villasana mengatakan bantuan militer AS akan lebih baik digunakan untuk mengatasi permasalahan di dalam negeri. Para demonstran juga berpendapat bahwa tindakan Hamas dibenarkan oleh tindakan Israel.

Talia Segal, seorang mahasiswa di dekat Georgia Tech, datang sebagai pengunjuk rasa tandingan. Dia membawa bendera Israel yang dihiasi pelangi gerakan kebanggaan LGBTQ+.

“Terorisme tidak pernah bisa dibenarkan. Target mereka adalah warga sipil Israel,” kata keturunan Yahudi itu.

Sedangkan di Chicago, Priscilla Reed termasuk di antara ratusan demonstran pro-Palestina yang berunjuk rasa di luar konsulat Israel. Reed mengatakan, serangan Hamas adalah respons terhadap kekerasan sistemik harian Israel terhadap warga Palestina.

Banyak yang mengibarkan bendera Palestina atau mengenakan keffiyeh, syal kotak-kotak hitam putih yang melambangkan solidaritas Palestina. Mereka bernyanyi baik dalam bahasa Inggris dan Arab. “Netanyahu, lihat saja, Palestina akan merdeka!”

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement