Senin 02 Oct 2023 18:12 WIB

Hadapi Krisis Air Bersih, Lakukan 6 Langkah Ini

Ketersediaan air di sebagian besar wilayah Pulau Jawa dan Bali saat ini sudah kritis.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Natalia Endah Hapsari
Kerusakan hutan yang dinilai menjadi pemicu terjadinya kelangkaan air baku, khususnya untuk pulau-pulau yang tutupan hutannya sangat rendah seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kerusakan hutan yang dinilai menjadi pemicu terjadinya kelangkaan air baku, khususnya untuk pulau-pulau yang tutupan hutannya sangat rendah seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Air merupakan sumber daya alam utama yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tidak ada makhluk hidup yang tidak membutuhkan air. Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan air. 

Namun, tidak semua orang bisa merasakan air bersih. Menurut laporan Bappenas, ketersediaan air di sebagian besar wilayah Pulau Jawa dan Bali saat ini sudah tergolong langka hingga kritis. Sementara itu, ketersediaan air di Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan diproyeksikan akan menjadi langka atau kritis pada tahun 2045. 

Baca Juga

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan krisis air bersih. Salah satunya adalah kerusakan hutan yang dinilai menjadi pemicu terjadinya kelangkaan air baku, khususnya untuk pulau-pulau yang tutupan hutannya sangat rendah seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Menurut Bappenas, tutupan hutan akan semakin berkurang, yakni dari sebanyak 50 persen dari luas lahan total Indonesia (188 juta hektar) di tahun 2017 menjadi hanya sekitar 38 persen di tahun 2045. 

Bertambahnya populasi di Indonesia juga menjadi beban baru dalam penyediaan air. Penyebab krisis air lainnya yaitu pengambilan air tanah secara berlebihan, tingginya tingkat pencemaran terhadap sumber-sumber air, adanya konflik kepentingan ekonomi yang didukung oleh kebijakan yang kurang tepat, serta perusakan lingkungan dan sumber-sumber mata air.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menjaga dan melestarikan ketersediaan air bersih, seperti dilansir situs Fakultas Kesehatan Masyarakat, Senin (2/10/2023): 

1.Melaksanakan program hemat air di lingkungan sekitar agar penggunaan air tetap efisien dan menjaga ketersediaan sumber daya air.

2.Membuat penampungan air seperti waduk, dam, dan embung agar dapat menjaga keberadaan air untuk memenuhi kebutuhan hidup.

3.Menciptakan teknologi yang dapat mendaur ulang air.

4.Menampung dan mengelola limbah pabrik maupun domestik.

5.Tidak membuang sampah atau limbah di sungai.

6.Konservasi pada sumber mata air yaitu upaya mengelola sumber daya air yang dilakukan secara bijak dengan memperhatikan manfaat yang didapat serta mempertahankan komponen penyusunnya agar keberadaannya tetap ada yang dapat dinikmati di masa mendatang. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement