Kamis 28 Sep 2023 17:05 WIB

Saat Sakaratul Maut, 3 Hal Inilah yang Terjadi Menurut Sains

Ada beragam aspek seputar proses kematian yang kerap menjadi sorotan.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Pengalaman seputar kematian ini hanya bisa ditelusuri melalui sains dan kesaksian dari sejumlah orang yang nyaris mengalami kematian.  (ilustrasi)
Foto: Dailymail.co.uk
Pengalaman seputar kematian ini hanya bisa ditelusuri melalui sains dan kesaksian dari sejumlah orang yang nyaris mengalami kematian. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Kematian merupakan hal yang pasti dialami oleh semua manusia. Namun di saat yang sama, proses kematian yang dilalui oleh manusia juga menyisakan tanda tanya besar yang masih menjadi misteri hingga saat ini. Pengalaman seputar kematian ini hanya bisa ditelusuri melalui sains dan kesaksian dari sejumlah orang yang nyaris mengalami kematian.

Ada beragam aspek seputar proses kematian yang kerap menjadi sorotan dalam beragam penelitian, seperti dilansir AllThatsInteresting pada Kamis (28/9/23). Sebagian di antaranya berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada fisik saat menjelang kematian, pengalaman yang dirasakan oleh orang-orang yang akan mati, serta sensasi yang muncul dan mungkin dirasakan menjelang kematian.

Baca Juga

 

1.Disambut Cahaya Terang

Orang-orang yang nyaris mengalami kematian kerap mengungkapkan cerita serupa, yaitu disambut oleh cahaya yang terang. Selain itu, mereka juga bisa melihat hal-hal yang terjadi setelah jantung mereka berhenti berdetak.

Salah satu dari orang tersebut adalah dokter bedah ortopedi bernama Tony Cicoria. Pengalaman ini dirasakan oleh Cicoria setelah dia tersambar petir di New York. Sesaat setelah tersambar petir, Cicoria merasakan sensasi seperti sedang terbang mundur.

Tak lama setelah itu, dia menoleh ke belakang dan melihat tubuhnya sedang terbaring di tanah. Cicoria sempat melihat seorang wanita memberikan bantuan CPR pada tubuhnya, sebelum Tony merasakan sensasi terbang ke atas dan menyusuri anak tangga. Di sana, dia bisa melihat anak-anaknya sedang bermain di kamar. "Lalu saya dikelilingi cahaya putih kebiruan, juga dipenuhi oleh perasaan damai dan sejahtera," kata Cicoria.

Hal serupa juga pernah dirasakan oleh aktris Jane Seymour pada 1988. Pengalaman ini dirasakan oleh Seymour saat mengalami syok anafilaksis. Saat tubuhnya mulai mengalami proses kematian, pikiran Seymour tetap terjaga.

Kala itu, Seymour melihat cahaya putih dan merasa seperti melayang. Saat menunduk, Seymour bisa melihat tubuhnya yang sedang tergolek tak berdaya di kasur rumah sakit. Seymour lalu melihat seorang perawat yang sedang berusaha kerasa menyelamatkannya. "Saya dengan tenang menyaksikan semuanya," lanjut Seymour.

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Dr Sam Parnia pada 2014, pengalaman yang diceritakan oleh Cicoria dan Seymour juga dirasakan oleh pasien-pasien berkondisi kritis yang nyaris mengalami kematian. Studi ini mengungkapkan bahwa sebagian pasien pernah merasakan pengalaman keluar dari tubuh mereka.

Seorang pasien bahkan bisa menceritakan secara detail semua hal yang terjadi selama tiga menit di dalam kamar rawat inapnya, setelah jantungnya berhenti berdetak. Dr Parnia mengungkapkan bahwa semua hal yang diceritakan oleh pasien tersebut memang benar-benar terjadi.

Selain melihat cahaya terang dan situasi di kamar tempat mereka dirawat, banyak pasien juga mengaku melihat keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia. Tak sedikit pula orang-orang yang hampir mati memiliki perasaan tidak ingin kembali ke tubuh mereka.

Hanya saja beragam temuan ini masih harus dikonfirmasi dengan studi yang lebih mendalam. Alasannya, sebagian ilmuwan meyakini bahwa beragam pengalaman menjelang kematian ini hanyalah mimpi lucid yang disebabkan oleh berkurangnya aliran oksigen ke otak.

 

2.Sensasi Kematian

Menurut Dr Clare Gerada, sensasi yang dirasakan oleh tubuh saat melalui proses kematian bisa beragam. Pada orang-orang yang mengalami serangan jantung atau sumbatan di paru-paru, sensasi kematian yang muncul mungkin akan terasa seperti perasaan mulas dan ingin buang air besar.

Sedangkan pada orang-orang yang mengalami penyakit kronis, sensasi kematian mungkin akan muncul secara perlahan. Sensasi kematian ini bisa muncul dalam bentuk perasaan depresi, tidak mau makan dan minum, serta kurang berenergi. Kondisi ini akan membuat orang-orang bergerak, berbicara, dan berpikir lebih lambat menjelang kematian. "Hal sederhana, seperti bangun dari tempat tidur atau kursi bisa sangat melelahkan," ungkap Dr Nina O'Connor.

Namun, sensasi pasti yang dirasakan oleh seseorang pada saat kematian masih menjadi misteri besar yang belum bisa terjawab. Alasannya, sulit atau bahkan mustahil bagi orang-orang yang sedang menemui ajal untuk menceritakan semua hal yang mereka rasakan di momen tersebut.

 

3.Perubahan Tubuh

Sesaat menjelang kematian, Dr O'Connor mengungkapkan bahwa orang-orang biasanya akan bernapas secara tidak teratur dan sangat dalam. Terkadang, napas mereka akan memunculkan suara yang berderak karena mereka tak bisa mengeluarkan sekresi dari dada dan tenggorokan.

Di momen kematian, otot tubuh akan menjadi rileks dan kelebihan udara akan keluar dari tenggorokan. Tak jarang, proses ini akan memicu keluarnya suara erangan. Selain itu, pupil mata akan membesar, rahang akan jatuh ke bawah, dan kulit mengendur. Urin atau feses juga bisa keluar dari tubuh setelah kematian.

Satu jam pertama setelah kematian, suhu tubuh mulai mendingin. Lalu dua jam setelah kematian, darah mulai menumpuk di area tubuh yang paling dekat dengan tanah karena pengaruh gravitasi. Bila tubuh tidak digerakkan selama beberapa jam, area tubuh yang dipenuhi darah akan mulai terlihat mengalami ruam, sedangkan area tubuh lain akan terlihat pucat.

Beberapa jam setelah kematian, sendi dan tungkai akan menjadi kaku. Namun setelah 12 jam, tubuh justru akan kembali lemas dan tidak kaku karena ada proses pembusukan yang terjadi di jaringan-jaringan tubuh. Selama proses ini, kulit akan mengencang dan mengerut, sehingga memberi ilusi bahwa rambut, kuku, dan gigi mayat bertambah panjang. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement