Senin 25 Sep 2023 15:57 WIB

Jangan Sampai Terlewat, Cek Momen Spesial Supermoon Terakhir 2023

Inilah Supermoon terakhir untuk tahun ini.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Natalia Endah Hapsari
 Jangan lewatkan momen spesial pada 29 September, ketika terjadi Supermoon terakhir di tahun 2023./ilustrasi
Foto: AP Photo/Emrah Gurel
Jangan lewatkan momen spesial pada 29 September, ketika terjadi Supermoon terakhir di tahun 2023./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jangan lewatkan momen spesial pada 29 September, ketika terjadi Supermoon terakhir di tahun 2023. Tahun ini, peristiwa ini juga dikenal sebagai "masa panen bulan" yaitu ketika bulan purnama terjadi paling dekat dengan hari pertama musim gugur.

Supermoon adalah fenomena bulan purnama yang terlihat sekitar 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibandingkan dengan bulan purnama pada malam biasa. Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) hal ini disebabkan oleh posisinya yang mendekati Bumi pada titik terdekatnya, yang disebut perigee.

Baca Juga

Meskipun Supermoon yang akan terjadi pada 29 September itu bukan yang terbesar tahun ini, tapi tetap tampak lebih besar daripada biasanya dan pantas untuk dinantikan masyarakat. “Perbedaan antara supermoon September ini dengan yang Agustus hanya sekitar 4.370 km (2.715 mil), sehingga perbedaan ukurannya sangat mendekati angka 14 persen/30 persen yang tercatat sebagai bulan purnama terbesar tahun ini,” kata seorang peneliti ilmuwan proyek untuk Lunar Reconnaissance Orbiter NASA, Noah Petro, dilansir Insider, Senin (25/9/2023).

Mengapa bulan Harvest tampak lebih besar? Seorang profesor fisika dan astronomi di Rice University, Patrick Hartigan menjelaskan bahwa bulan Harvest terjadi sekitar waktu ini setiap tahun karena pada beberapa hari, bulan hampir purnama saat matahari terbenam. Ini memberikan lebih banyak cahaya bagi para petani yang memanen tanaman di belahan bumi utara, setelah matahari terbenam.

Biasanya, bulan terbit setiap malam akan terjadi 50 menit lebih lambat dari malam sebelumnya, tapi menjelang bulan Harvest, penundaannya berkurang menjadi beberapa menit, tergantung pada lokasi. Misalnya, di Chicago, penundaannya menjadi 24 menit, sementara di Seattle, penundaannya hanya 17 menit. Akibatnya, bulan purnama tampak menggantung di ufuk segera setelah matahari terbenam selama beberapa hari berturut-turut.

Hartigan juga mencatat bahwa ada ilusi optik yang membuat bulan tampak lebih besar saat dekat dengan cakrawala. Hal ini, dikombinasikan dengan efek supermoon, menciptakan pengalaman melihat "musim panen bulan" yang indah pada 2023.

Mengapa bulan Harvest dapat tampak berwarna kuning tua, oranye, atau merah? Bulan Harvest mungkin tampak berwarna berbeda, terutama saat pertama kali muncul dari cakrawala. Warna ini adalah hasil dari atmosfer Bumi yang menyebarkan cahaya kecuali warna merah/oranye. Kondisi atmosfer seperti awan, asap, atau debu juga dapat memengaruhi warna dan kecerahan bulan.

Waktu terbaik untuk melihat Supermoon Harvest adalah saat bulan terbit, sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Anda dapat memeriksa waktu tepat bulan terbit untuk lokasi masing-masing pada 29 September di TimeandDate

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement