Jumat 22 Sep 2023 04:27 WIB

Daerah Kekeringan di Boyolali Dibantu Pasokan 358 Tangki Air Bersih

Sebanyak 10 kecamatan telah meminta bantuan air bersih dampak kemarau.

Truk pengangkut air bersih mendistribusikan bantuan air ke masyarakat yang kesulitan dapatkan air bersih.
Foto: Antara
Truk pengangkut air bersih mendistribusikan bantuan air ke masyarakat yang kesulitan dapatkan air bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, menyalurkan bantuan air bersih 358 tangki ke 30 desa yang mengalami bencana kekeringan di wilayah ini.

"BPBD telah memasok bantuan air bersih sebanyak 358 tangki ke 30 desa di 10 kecamatan di wilayah Boyolali yang mengalami bencana kekeringan hingga saat ini," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali Suratno di Boyolali.

Disebutkan, daerah terparah bencana kekeringan di Kecamatan Wonosamodro dengan bantuan air bersih 108 tangki untuk tujuh desa, meliputi Desa Repaking 23 tangki, Garangan (22), Bengle (19), Jatitawang (16), Gunungpari (15), Bercak (10), Kalinanas (3), sehingga total 108 tangki.

Ia menjelaskan 10 kecamatan yang telah meminta bantuan air bersih dampak bencana kekeringan saat ini, Kecamatan Wonosamodro 108 tangki, Tamansari (75), Kemusu (61), Wonosegoro (47), Juwangi (40), Selo (6), Andong (4), Klego (2), Cepogo (2), dan Gladagsari (1), sehingga total 346 tangki.

Pada Kamis (21/9/2023), BPBD Boyolali mengirim 12 tangki air bersih sehingga total 358 tangki yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah kekeringan.

"Sebanyak 12 tangki bantuan air bersih dikirim untuk masyarakat di Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, sebanyak enam tangki, kemudian Desa Senden (Selo), Desa Gubug (Cepogo), dan Ngadirojo (Gladagsari) masing-masing dua tangki sehingga total bantuan air bersih sebanyak 12 tangki pada Kamis," kata dia.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Semarang, wilayah Boyolali mulai musim hujan dengan intensitas minim pada November 2023.

"Jadi menurut kami di wilayah Boyolali disiapkan langkah-langkah bantuan air bersih sampai November. Artinya, kekurangan air bersih dari dampak bencana kekeringan diperkirakan sampai November mendatang," katanya.

Namun, kata dia, beberapa tempat di Boyolali sudah mulai turun hujan, antara lain Kecamatan Sambi, Simo, dan Boyolali Kota, sedangkan Cepogo gerimis.

"Kami berharap hujan segera turun diperkirakan pada November mendatang sehingga, masyarakat di daerah bencana kekeringan segera teratasi dengan adanya hujan," ujar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement