Kamis 21 Sep 2023 08:07 WIB

Bila Jadi Berbayar, Begini Ancaman Pengguna X

Elon Musk mengumumkan seluruh pengguna X akan dikenai biaya bulanan.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Natalia Endah Hapsari
 Bos X Elon Musk mengumumkan bahwa nantinya semua pengguna X bisa dikenai biaya bulanan dalam jumlah kecil'.Biaya tambahan itu adalah cara untuk mengatasi bot/ilustrasi
Foto: EPA-EFE/ETIENNE LAURENT
Bos X Elon Musk mengumumkan bahwa nantinya semua pengguna X bisa dikenai biaya bulanan dalam jumlah kecil'.Biaya tambahan itu adalah cara untuk mengatasi bot/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengguna media sosial X (sebelumnya bernama Twitter) yang tak terhitung jumlahnya ramai-ramai 'mengancam' akan menghapus akun mereka. Penghapusan akun itu akan dilakukan jika X menjadi aplikasi yang sepenuhnya berbayar.

Kegaduhan itu bermula setelah Bos X, Elon Musk, mengumumkan bahwa nantinya semua pengguna X bisa dikenai 'pembayaran bulanan dalam jumlah kecil'. Menurut sang miliarder, biaya tambahan untuk semua pengguna itu adalah cara untuk mengatasi bot.

Baca Juga

Dikutip dari laman Daily Mail, Kamis (21/9/2023), rencana drastis ini dilakukan kurang dari setahun setelah pengambilalihan Twitter oleh Musk. Akuisisi itu pun telah menelurkan berbagai perubahan sistem, salah satunya soal verifikasi centang biru.

Kini, semua pengguna malah bakal menghadapi kemungkinan dikenakan biaya, sehingga membuat sebagian warganet meradang. Tak sedikit yang berpikir untuk sepenuhnya beralih ke aplikasi Threads besutan Meta yang digagas Mark Zuckerberg.

"Hari di mana Twitter menjadi layanan berbayar adalah hari di mana saya melanjutkan hidup," tulis seseorang di X sebagai tanggapan atas pernyataan Musk. "Jika Musk mulai mengenakan biaya untuk twitter, saya akan keluar dari sini," kata pengguna X/Twitter lainnya. Seseorang juga bercanda, "Tidak bisakah dia menagih botnya saja?"

Ada yang menimpali, jika sekarang orang-orang mulai menggunakan Threads secara eksklusif, mungkin itu akan membuat Twitter kehilangan beberapa ratus juta pengguna. "Saya tidak akan lagi memakai Twitter begitu Musk mencoba menagih saya karena menghabiskan satu menit di sini. Temukan saya di Threads. Gratis," ungkap salah satu warganet.

Musk mengungkapkan rencana kontroversialnya selama percakapan langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menurut Musk, alasan pembayaran bulanan yang kecil untuk penggunaan sistem X dinilai sebagai cara untuk memerangi pasukan bot.

"Sebuah bot berharga sepersekian sen, tetapi jika seseorang harus membayar beberapa dolar atau semacamnya, dia harus mendapatkan metode pembayaran baru setiap kali Anda memiliki bot baru," ujar Musk.

Dia menambahkan, pembayaran itu direncanakan sangat rendah, 'hanya sejumlah kecil uang'. Meskipun realisasi rencana itu masih belum jelas, sudah banyak keluhan di X, juga berbagai prediksi bahwa Musk bisa kehilangan jutaan pengguna.

Hal ini terjadi hanya dua bulan setelah Zuckerberg meluncurkan aplikasi Threads yang dibuat cukup mirip dengan Twitter. Threads dilaporkan berhasil mengumpulkan 100 juta pengguna baru dalam waktu sepekan setelah peluncuran aplikasi.

Beberapa bulan terakhir, basis pengguna aktif Threads memang telah menyusut. Namun, cukup banyak yang mempertanyakan apakah Threads akan bangkit kembali jika rencana Musk diwujudkan, apalagi pengguna Threads tidak dibebani biaya apa pun.

Pakar keamanan siber di perusahaan perangkat lunak ESET, Jake Moore, turut menanggapi polemik tersebut. Menurut Moore, meminta pembayaran dari semua pengguna X dapat menimbulkan masalah yang lebih besar dibandingkan perkara bot.

Dalam pandangan Moore, bot memang telah menjadi masalah di platform sejak awal. Ketika Musk memberhentikan sejumlah besar karyawan, termasuk staf keamanan siber, masalah itu kian berkembang menjadi tidak terkendali.

Memberlakukan pembayaran dari semua pengguna bisa saja mengurangi masalah bot, namun juga menimbulkan problem yang lebih besar jika terjadi eksodus besar-besaran pengguna. "Dengan banyaknya alternatif serupa seperti Threads dan Mastadon, ini bisa menjadi alasan kuat bagi pengguna untuk beralih," tutur Moore.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement