Senin 18 Sep 2023 14:42 WIB

Begini Prediksi BMKG tentang Awal Musim Hujan

Fase musim kemarau berarti kondisi cuaca kering dan tidak ada curah hujan,

Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memprediksikan awal musim hujan di daerah itu akan berlangsung  (ilustrasi)
Foto: www.pxhere.com
Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memprediksikan awal musim hujan di daerah itu akan berlangsung (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG---Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memprediksikan awal musim hujan di daerah itu akan berlangsung pada dasarian II Oktober 2023.

"Kami memprediksikan untuk awal musim hujan di Belitung akan berlangsung pada dasarian II Oktober," kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG HAS Hanandjoeddin, Ridwanto, di Tanjung Pandan, Senin (18/9/2023).

Baca Juga

Menurut dia, Belitung saat ini masih berada di tengah musim kemarau yang ditandai dengan berkurangnya curah hujan di daerah itu. "Kalau sekarang Belitung masih berada di fase musim kemarau. Kondisi cuaca kering dan tidak ada curah hujan," ujarnya.

Namun, lanjut dia, pada bulan September saat ini memang sudah mulai turun hujan meskipun dengan intensitas ringan dan bersifat lokal.

Selain itu pihaknya juga memantau keberadaan hotspot atau titik panas guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu. "Kami melakukan titik api atau panas baik di wilayah Belitung dan Belitung Timur," ujar Ridwanto.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya peristiwa karhutla, terutama pada musim kemarau sekarang ini.

Ridwanto mengatakan hasil dari pemantauan sejumlah titik api tersebut akan dilaporkan kepada sejumlah pihak terkait yang membutuhkan informasi tersebut.

Ia mengatakan kondisi Kabupaten Belitung dan Belitung Timur sementara ini masih relatif aman dari peristiwa kebakaran hutan dan lahan. "Memang belum ada titik api yang bisa memicu kebakaran menjadi lebih luas," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement