Kamis 14 Sep 2023 09:08 WIB

Pastikan Pengguna Tetap Aman, Ini Tindakan Google

Aplikasi bisa disalahgunakan oleh sejumlah oknum untuk berbuat jahat.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Natalia Endah Hapsari
Google memindai 125 miliar aplikasi per hari di perangkat Android untuk melindungi dari aplikasi berbahaya/ilustrasi
Foto: Gizchina
Google memindai 125 miliar aplikasi per hari di perangkat Android untuk melindungi dari aplikasi berbahaya/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Google Play menjadi rumah bagi jutaan aplikasi yang siap membantu Anda atau sekadar menghibur Anda. Ada banyak kategori aplikasi yang ditawarkan, mulai dari aplikasi produktif untuk membantu pekerjaan Anda hingga berbagai jenis gin . 

Namun, terkadang, aplikasi bisa disalahgunakan oleh sejumlah oknum untuk berbuat jahat, seperti melakukan phishing, yaitu kejahatan yang menyerang aplikasi dan mengambil semua data informasi pribadi. Tak jarang, kasus phishing banyak ditemukan di aplikasi yang telah kita unduh di ponsel.

Baca Juga

Untuk mencegahnya, Google sudah menerapkan sejumlah hal. Direktur Access Partnership, Abhineet Kaul, mengatakan, phishing terus berkembang seiring berjalannya waktu. Untuk mengatasinya, Google memiliki perlindungan Google Play, seperti memindai aplikasi. "Kami memindai 125 miliar aplikasi per hari di perangkat Android untuk melindungi dari aplikasi berbahaya," kata Kaul, belum lama ini.

Berkat upaya ini, Google mendapat kepercayaan dari pengembang lokal. Selain pemindaian, ada dua hal lagi yang disorot Kaul. Pertama, soal kepercayaan saat pihak ketiga melakukan transaksi. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan Google Play Commerce.

Ini memungkinkan Anda mendapat pembeli di lebih dari 150 negara. "Jadi, jika saya seorang pengembang, ini akan lebih bermanfaat karena saya dapat memiliki satu mekanisme pembayaran terpadu di 150 negara, sebuah platform untuk bertransaksi dalam mata uang lokal mereka," ujarnya.

Hal terakhir yang disorot Kaul adalah penting untuk melindungi anak-anak saat menggunakan internet dari berbagai bahaya yang timbul di dunia maya. Pada tahun 2021, Google Play memperkenalkan KidSpace yang menyediakan aplikasi yang ditinjau sudah oleh guru untuk memastikan sesuai dengan usia mereka. Ini juga dilengkapi dengan opsi kontrol orang tua untuk menyaring konten yang tidak pantas.

"Jadi saya hanya akan berbicara tentang tiga hal ini untuk memastikan keamanan pengguna Google Play. Pertama melindungi dengan pemindaian ulang aplikasi untuk memastikan tidak ada malware. Kedua ada Google Play Commerce untuk memastikan bahwa ada kepercayaan antara berbagai pihak ketika pembayaran terjadi. Terakhir, KidSpace untuk memastikan bahwa anak-anak, orang tua, dan guru merasa aman berada di platform ini," ucapnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement