Rabu 09 Aug 2023 14:09 WIB

Brrr, Suhu di Kaki Gunung Rinjani Capai 11,5 Derajat Celsius, Ada Apa?

Selama 10 tahun terakhir ini tercatat juga suhu udara minimum yang lebih rendah.

BMKG menyatakan suhu udara di wilayah kaki Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada musim kemarau 2023 mencapai 11,5 derajat Celsius/ilustrasi
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
BMKG menyatakan suhu udara di wilayah kaki Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada musim kemarau 2023 mencapai 11,5 derajat Celsius/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM---Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan suhu udara di wilayah kaki Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada musim kemarau 2023 mencapai 11,5 derajat Celsius.    

"Suhu udara di wilayah Sembalun yang diasumsikan dengan ketinggian sekitar 1.163 meter di atas permukaan laut ( Mdpl) di kisaran 11,5 derajat Celcius," kata prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ni Made Adi Purwaningsih dalam keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Rabu (9/8/2023). 

Baca Juga

BMKG juga menyatakan suhu minimum di wilayah NTB pada saat ini tercatat sebesar 19,4 derajat Celcius. Sedangkan suhu udara minimum yang tercatat pada Selasa (8/8) mencapai 18,2 derajat Celcius. "Suhu udara 18,2 derajat Celcius pada 8 Agustus memang suhu udara minimum terendah yang pernah tercatat sepanjang 2023 dan teramati di Stasiun Klimatologi NTB," katanya.    

Namun jika dibandingkan dengan suhu minimum pada bulan Agustus sepanjang 10 tahun terakhir, suhu yang teramati pada tanggal 8 Agustus 2023 masih terbilang lebih rendah dari rata-ratanya.    

"Selama 10 tahun terakhir ini tercatat juga suhu udara minimum yang lebih rendah, khususnya di bulan Agustus yang pernah teramati dan tercatat di BMKG - Staklim NTB yaitu pada tanggal 5 Agustus 2019 sebesar 16,6 derajat Celcius," katanya.    Sebelumnya, BMKG menyatakan suhu udara di wilayah Provinsi NTB terasa dingin, karena saat ini memasuki periode puncak musim kemarau 2023. "Puncak musim kemarau ini secara tidak langsung berdampak pada mendinginnya suhu udara di wilayah NTB pada malam hingga pagi hari," katanya.    

Ia mengatakan suhu udara terasa dingin bisa dibandingkan dengan suhu sebelumnya, dikarenakan pada periode puncak musim kemarau ini, posisi matahari berada di BBU (belahan bumi utara), sehingga suhu udara di wilayah belahan bumi selatan menjadi lebih dingin dari biasanya terutama pada pagi hari. "Suhu terasa lebih dingin saat pagi hari," katanya.    

Selain itu, suhu udara terasa dingin ini dikarenakan pada periode puncak musim kemarau ini umumnya berhembus angin timuran yang bertiup dari benua Australia menuju Asia yang melintasi wilayah NTB dan membawa masa udara dingin dan kering.  "Sehingga suhunya juga menjadi terasa lebih dingin," kata Ni Made Adi Purwaningsih.       

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement