Rabu 26 Jul 2023 06:35 WIB

TikTok Tawarkan Posting Tesk, Siap Bersaing dengan Twitter

Tiktok akan menawarkan posting teks sehingga buka jalan rivalitas dengan Twitter

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
Tiktok akan menawarkan posting teks sehingga buka jalan rivalitas dengan Twitter
Foto: EPA-EFE/Bo Amstrup
Tiktok akan menawarkan posting teks sehingga buka jalan rivalitas dengan Twitter

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO -- Platform sosial media yang dikenal dengan konten video yang adiktif, TikTok mengumumkan pada hari Senin (24/7/2023) bahwa mereka juga akan menawarkan posting teks. Layanan baru ini, akan menjadikan TikTok raksasa teknologi baru yang menjadi alternatif sekaligus membuka jalan rivalitas dengan Twitter.

Postingan teks di TikTok akan sangat mirip dengan penawaran serupa di Instagram, yang awal bulan ini Meta juga meluncurkan tantangan terhadap Twitter, dengan media Threads. Sementara Twitter, yang oleh pemiliknya Elon Musk, baru-baru ini mengubah simbol namanya dengan X.

Seperti Threads yang dimiliki Meta, TikTok diuntungkan oleh ukurannya yang besar, dengan sekitar 1,4 miliar pengguna aktif bulanan, menurut situs spesialis Business of Apps. Tetapi tidak seperti perusahaan induk Facebook, TikTok memilih untuk mengintegrasikan fitur teks saja ke dalam aplikasinya daripada meluncurkan produk terpisah, seperti yang dilakukan Meta dengan Threads.

Versi TikTok akan tetap lebih visual daripada postingan Twitter atau Threads, dengan pengguna dapat menambahkan latar belakang warna, musik, dan stiker ke postingan. Perusahaan milik Cina ini mengatakan bahwa format baru ini akan memperluas "batas-batas pembuatan konten.

"Terutama bagi untuk semua orang pembuat konten di TikTok" dengan lebih memanfaatkan "kreativitas" yang terlihat pada komentar dan caption," kata perusahaan tersebut.

Selain Threads, platform yang lebih kecil seperti Mastodon, Bluesky dan Substack Notes telah muncul sebagai saingan potensial untuk Twitter. Tetapi sejauh ini tidak ada yang bisa menggeser Twitter meskipun selalu ada masalah.

Musk minggu lalu mengatakan bahwa Twitter telah kehilangan sekitar setengah dari pendapatan iklannya, sehingga membuka peluang bagi para penantang baru lain bermunculan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement