Rabu 19 Jul 2023 16:45 WIB

Ini Alasan Makin Banyak Pengguna tak Menyukai Aturan Baru Twitter

CEO Twitter Elon Musk sepertinya tidak pernah kehabisan fitur kontroversial.

Rep: Santi Sopia/ Red: Natalia Endah Hapsari
Sejumlah pengguna Twitter berkomentar di platform untuk menyuarakan kebingungan dan kekecewaan mereka dengan perubahan aturan baru/ilustrasi
Foto: Unsplash
Sejumlah pengguna Twitter berkomentar di platform untuk menyuarakan kebingungan dan kekecewaan mereka dengan perubahan aturan baru/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Twitter terus berupaya untuk menarik kembali minat pengguna agar berlangganan Twitter Blue. Platform menawarkan layanan mulai dari tanda centang biru berbayar, ikon aplikasi khusus, fitur tombol edit dan tweet yang lebih panjang sampai 25.000 karakter.

Tetapi tampaknya itu tidak selalu sesuai dengan sebagian besar harapan penggunanya. Centang biru, misalnya, digunakan untuk memberikan status khusus pada akun apa pun yang bertanda, tetapi sekarang menjadi komoditas yang dapat diperoleh siapa saja yang bersedia membayar 8 dolar AS per bulan.

Baca Juga

Tombol edit selalu dianggap sebagai opsi dasar yang tidak boleh dibatasi di balik langganan. Tapi CEO Twitter Elon Musk sepertinya tidak pernah kehabisan fitur kontroversial, dan yang terbaru, diperkenalkan akhir pekan lalu secara mengejutkan.

Sejumlah pengguna Twitter berkomentar di platform untuk menyuarakan kebingungan dan kekecewaan mereka dengan perubahan aturan baru untuk pesan langsung (DM). Ini karena kebijakan baru tersebut melarang pelanggan non-Twitter Blue mengirim pesan ke akun yang tidak ada korespondensi sebelumnya dan akun tersebut tidak mengikuti mereka.

Dalam mengumumkan fitur tersebut, Twitter mengatakan tujuannya adalah untuk mengurangi pesan spam di DM. Namun, hal ini mengakibatkan banyak pengguna non langganan berbayar Twitter, tidak dapat menjangkau pengguna yang ingin mereka kirimi pesan.

Bahkan akun dengan DM yang dibuka sebelumnya akan terpengaruh oleh perubahan tersebut. Artinya, jika sebelumnya Anda mengizinkan semua orang mengirimi DM, maka sekarang tidak dapat melakukannya lagi setelah penerapan kebijakan baru Twitter.

Yang mengejutkan semua orang, saat pengguna masuk ke menu Pengaturan pesan, maka akan menemukan bahwa Twitter hanya mengizinkan permintaan pesan dari pengguna terverifikasi secara default.

Bagi pelanggan non-Blue, sekarang tidak memungkinkan untuk menghubungi siapa pun yang sebelumnya tidak memiliki koneksi dengan mereka. Jadi, kecuali Anda mengikuti pengguna tertentu dan mereka memiliki akun terverifikasi, pesan mereka tidak akan muncul lagi di folder terbatas.

Tetapi bahkan jika pengguna terverifikasi mengirimi Anda pesan dan Anda membacanya di folder terbatas, fitur baru ini tampaknya meniadakan salah satu fasilitas Blue, yang mencegah DM dialihkan ke bagian kotak masuk Twitter Anda, seperti dilansir dari Android Police, Rabu (19/7/2023).

Dengan pesan dari pengguna terverifikasi yang tidak lagi mendapatkan tempat prioritas di DM Anda, Anda kehilangan pesan yang berpotensi penting dari orang-orang yang mungkin menghubungi Anda melalui fitur perpesanan platform.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement