Jumat 14 Jul 2023 13:05 WIB

4 Tren Teknologi Ini Bisa Bantu Peluang Bisnis

Teknologi baru digunakan agar pengelolaan perusahaan lebih sistematis.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Natalia Endah Hapsari
Kemunculan ChatGPT telah mengambil perhatian dunia dengan kekuatan AI generatif yang dapat membantu pekerjaan manusia.
Foto: UNM
Kemunculan ChatGPT telah mengambil perhatian dunia dengan kekuatan AI generatif yang dapat membantu pekerjaan manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi terbaru dari Accenture mengungkapkan kecerdasan buatan (AI) generatif dan teknologi berkembang lainnya akan mengantar bisnis ke masa depan baru.

Studi Technology Vision 2023 yang bertajuk "When Atoms Meet Bits: The Foundation of Our New Reality" menjelaskan tren teknologi yang mendasari konvergensi dunia fisik dan digital bersamaan dengan semakin banyaknya perusahaan yang ingin mempercepat perubahan bisnisnya saat ini.

Baca Juga

Menurut studi, 100 persen dari eksekutif bisnis di Indonesia sepakat perusahaan memerlukan cara yang lebih sistematis untuk mengelola penggunaan teknologi baru. Belum lama ini, dengan kemunculan ChatGPT telah mengambil perhatian dunia dengan kekuatan AI generatif yang dapat membantu pekerjaan manusia.

Terkait hal ini, laporan Accenture menunjukkan 99 persen eksekutif di Indonesia menyetujui perkembangan AI generatif seperti ChatGPT membuka era baru untuk perusahaan. Selain itu, mereka juga mengharapkan model dasar dari AI tersebut dapat berperan penting dalam strategi perusahaan mereka tiga sampai lima tahun ke depan.

Country Managing Director Accenture Indonesia Jayant Bhargava mengatakan, hampir semua eksekutif Indonesia sepakat bahwa perangkat lunak dan layanan yang didukung oleh model dasar AI akan meningkatkan inovasi dan kreativitas secara signifikan dalam tiga hingga lima tahun mendatang.

“Banyaknya bisnis yang menyadari potensi AI generatif berarti membutuhkan bantuan dalam berbagai bidang, termasuk mengoptimalkan aplikasi AI, meningkatkan kualitas dan keterampilan tenaga kerja, serta mencari cara yang bertanggung jawab untuk menghadapi risiko dan tantangan dalam penggunaan teknologi ini,” kata Bhargava.

Dalam studi ini juga menyajikan empat tren kunci. Ini berfungsi sebagai panduan bagi bisnis-bisnis lokal untuk meraih kesuksesan.

“Adopsi tren ini dapat mendorong perusahaan untuk melakukan inovasi dan menghasilkan produk, layanan, dan model bisnis baru. Adopsi dan pemanfaatan aktif AI dan teknologi digital juga akan berkontribusi pada pertumbuhan dan pengembangan ekonomi digital Indonesia,” ujarnya.

Berikut empat tren teknologinya:

1.Digital identity

Kemampuan untuk mengautentikasi pengguna dan aset digital yang menjadi dasar untuk menjelajahi dunia digital dan fisik sekarang dilihat oleh 98 persen eksekutif di Indonesia sebagai suatu strategi bisnis yang harus dilakukan.

 

2.My data, your data, our data

AI tidak bisa mencapai potensi sepenuhnya jika perusahaan tidak menggunakan data secara maksimal. Artinya, mereka harus mengurai data silo dan memodernisasi fondasi data mereka. Sebanyak 94 persen eksekutif di Indonesia setuju transparansi data adalah kunci keunggulan yang menjadi pembeda bagi perusahaan mereka.

 

3.Generative AI

Mendorong kemampuan manusia sebagai co-pilot dan rekan kreatif maupun penasihat. Hampir semua eksekutif setuju AI generatif akan memunculkan kreativitas dan inovasi. Mereka juga kagum dengan laju inovasi AI yang belum pernah terjadi sebelumnya.

 

4.Our forever frontier

Timbal balik antara sains dengan teknologi yang terjadi semakin cepat dengan saling mempercepat kemajuan satu sama lain. Semua responden di Indonesia meyakini hal ini akan menjadi pendorong utama untuk berbagai terobosan yang akan terjadi di industri mereka pada dekade berikutnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement