Kamis 06 Jul 2023 17:45 WIB

AC Inverter Disebut Lebih Hemat Listrik, Benarkah?

Teknologi inverter membuat pengguna bisa menghemat pengeluaran.

Teknologi konverter pada penyejuk ruangan diklaim lebih hemat listrik/ilustrasi
Foto: Indian Express
Teknologi konverter pada penyejuk ruangan diklaim lebih hemat listrik/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Teknologi inverter pada penyejuk ruangan diklaim lebih hemat listrik, apa sebenarnya AC inverter? 

Product Marketing Head Resedential AC PT LG Electronics Indonesia, Arief Sasono Aji, menjelaskan teknologi inverter membuat pengguna bisa menghemat pengeluaran karena listrik yang dipakai lebih sedikit, namun proses pendinginan tetap cepat. 

Baca Juga

Pada AC non inverter, kompresor otomatis mati dan menyala saat terjadi kenaikan suhu hingga beberapa derajat tertentu. Proses mati-nyala selama berulang-ulang ini yang membuat daya listrik boros. 

Sementara itu, kompresor pada AC inverter tetap aktif, hanya saja laju pergerakannya terus berubah menyesuaikan diri dengan suhu ruangan yang diinginkan. Ini membuat daya listrik lebih hemat.  

Ia mengatakan masyarakat Indonesia biasanya memilih alternatif AC watt rendah untuk menghemat pengeluaran listrik. 

Penyejuk ruangan dengan watt rendah memang lebih hemat daya, namun pendinginan hingga suhu yang diinginkan memakan waktu lebih lama.  

Bila pengguna ingin memakai barang elektronik yang membutuhkan daya listrik besar secara bersamaan, misalnya menyalakan mesin cuci, opsi menurunkan daya listrik pada penyejuk ruangan bisa dipilih.

Lantas, bagaimana cara menggunakan AC namun tetap hemat listrik?

1. Matikan penyejuk ruangan saat tidak dipakai

2. Tutup pintu dan jendela rapat-rapat ketika AC dinyalakan

3. Atur hingga mendekati suhu ruangan, jangan pasang suhu terlalu dingin karena itu akan membuat AC bekerja lebih keras dan menyedot daya listrik lebih besar.

“Karena semakin dingin, listrik yang digunakan juga semakin besar," kata Product Marketing Head Resedential AC PT LG Electronics Indonesia Arief Sasono Aji.

4. Gunakan timer untuk mematikan AC secara otomatis saat sudah tidak diperlukan, misalnya pada dini hari saat cuaca sudah terasa sejuk

5. Bersihkan AC secara berkala dari debu-debu yang menumpuk agar angin terasa sejuk tanpa terhalang apa pun

6. Sesuaikan kapasitas PK (Paard Kracht) AC dengan luas ruangan.

7. Jangan letakkan barang-barang elektronik di bawah AC

8. Pilih AC dengan daya listrik lebih kecil, misalnya penyejuk udara watt rendah atau berteknologi inverter yang hemat listrik namun proses pendinginannya juga cepat. 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement