Senin 03 Jul 2023 16:08 WIB

Sering Terjadi di Kota Besar, Apa Itu Polusi Cahaya?

Polusi cahaya memicu ketidaknyamanan visual secara langsung.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Polusi cahaya adalah cahaya buatan yang berlebihan dan merupakan hasil dari urbanisasi dan industrialisasi/ilustrasi.
Foto: Unsplash
Polusi cahaya adalah cahaya buatan yang berlebihan dan merupakan hasil dari urbanisasi dan industrialisasi/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA—Ada banyak bentuk polusi di planet yang kita huni, Bumi. Di samping sampah plastik, gas rumah kaca, dan limbah, polusi cahaya juga terjadi di Bumi.

Dilansir dari Live Science, Senin (3/7/2023), polusi cahaya atau polusi foto adalah cahaya buatan yang berlebihan dan merupakan hasil dari urbanisasi dan industrialisasi.

Baca Juga

Menurut International Dark-Sky Association, penerangan jalan, lampu domestik dan komersial, kendaraan dan lampu keamanan semuanya berkontribusi pada penciptaan perisai polusi cahaya seperti kubah yang disebut skyglow.

Seiring dengan skyglow, polusi cahaya terdiri dari glare, light trespass, dan clutter. Glare atau silau berhubungan dengan cahaya yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan visual secara langsung, sedangkan pelanggaran cahaya adalah cahaya yang keluar dari sumber seperti jendela kamar tidur, sementara itu clutter adalah pengelompokan lampu yang berlebihan.

Kemudian polusi cahaya juga dapat diperkuat oleh jenis polusi udara lainnya, seperti asap dan debu. Karena jenis polusi ini dapat menyebarkan cahaya ke segala arah dan mencerahkan langit lebih jauh.

Menurut ahli lingkungan dan peneliti, polusi cahaya menyebabkan gangguan penglihatan dan keadaan yang sulit, terutama dari silau dan efek limpahan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan manusia. Polusi cahaya juga mengubah iluminasi alami di malam hari dengan mencerahkan langit dan menyebabkan terganggunya ekosistem.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement