Ahad 02 Jul 2023 07:30 WIB

Foto Satelit Tunjukkan Belarusia Bangun Kamp Tentara untuk Wagner

Wagner dapat tawaran perlindungan untuk berada di Belarusia.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi pasukan Wagner pimpinan Yevgeny Prigozhin.
Foto: EPA-EFE/ARKADY BUDNITSKY
Ilustrasi pasukan Wagner pimpinan Yevgeny Prigozhin.

REPUBLIKA.CO.ID, MINSK -- Gambar satelit yang dianalisis oleh Associated Press pada Sabtu (1/7/2023), menunjukkan area seperti kamp gaya militer yang baru dibangun di Belarusia. Pernyataan dari kelompok milisi dan pejabat Belarusia menyatakan, bahwa itu dapat digunakan untuk menampung para anggota kelompok tentara bayaran Wagner.

Gambar yang disediakan oleh Planet Labs PLC menunjukkan, puluhan tenda didirikan dalam dua pekan terakhir di bekas pangkalan militer di luar Osipovichi, sebuah kota 230 kilometer di utara perbatasan Ukraina. Foto satelit yang diambil pada 15 Juni tidak menunjukkan tanda-tanda deretan bangunan putih dan hijau yang terlihat jelas pada gamba tertanggal 30 Juni.

Baca Juga

Pemimpin Wagner Yevgeny Prigozhin dan para anggota yang lolos dari tuntutan akibat pemberontakan telah ditawari perlindungan di Belarusia pekan lalu. Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan, angkatan bersenjata Belarusia dapat memperoleh manfaat dari pelatihan oleh anggota Wagner. Dia menegaskan bahwa tentara bayaran bukanlah ancaman bagi Belarusia.

Lukashenko pun mengumumkan, telah menawarkan para anggota Wagner sebuah unit militer yang ditinggalkan untuk mendirikan kemah. Sedangkan keterangan pemimpin kelompok milisi BYPOL anti-Lukashenko dari mantan anggota militer Aliaksandr Azarau mengatakan, pembangunan sebuah situs untuk tentara bayaran Wagner sedang berlangsung di dekat Osipovichi.

Juru bicara pasukan perbatasan Ukraina Andriy Demchenko mengatakan, sebanyak 8.000 anggota dari pasukan militer swasta Wagner dikerahkan di Belarusia. Dia mengatakan, Ukraina akan memperkuat perbatasannya sepanjang 1.084 kilometer dengan Belarusia sebagai tanggapan.

Lukashenko sebelumnya mengizinkan Istana Kremlin menggunakan wilayah Belarusia untuk mengirim pasukan dan senjata ke Ukraina. Dia juga menyambut kehadiran senjata berkelanjutan milik Moskow di Minsk, termasuk kamp dan latihan militer bersama, serta penyebaran beberapa senjata nuklir taktisnya.

“Semakin lama kita hidup, semakin kita yakin bahwa (senjata nuklir) harus bersama kita, di Belarusia, di tempat yang aman. Dan saya yakin kita tidak akan pernah menggunakannya selama kita memilikinya, dan musuh tidak akan pernah menginjakkan kaki di tanah kita,” kata Lukashenko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement