Rabu 28 Jun 2023 13:57 WIB

Seperti Manusia, Begini Cara Lumba-Lumba Berkomunikasi dengan Bayinya

Induk lumba-lumba dapat membangun ikatan jangka panjang dengan anak mereka.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Lumba-lumba  juga menggunakan pola yang sama seperti manusia ketika berkomunikasi dengan anak-anak mereka.
Foto: Unsplash
Lumba-lumba juga menggunakan pola yang sama seperti manusia ketika berkomunikasi dengan anak-anak mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Seperti halnya manusia, induk lumba-lumba hidung botol dapat membangun ikatan jangka panjang dengan anak mereka. Selain soal membangun ikatan, lumba-lumba juga memiliki cara berkomunikasi yang mirip dengan manusia saat berinteraksi dengan anak mereka.

Orang dewasa biasanya berkomunikasi dengan bayi atau anak kecil dengan menggunakan nada bicara yang lebih tinggi. Pola komunikasi ini dikenal dengan istilah motherese atau baby talk.

Baca Juga

Menurut para ahli, motherese merupakan pola komunikasi yang universal di kalangan manusia. Terlepas dari perbedaan budaya hingga bahasa yang dimiliki, manusia cenderung menggunakan pola komunikasi motherese saat berbicara dengan anak kecil.

Kebiasaan yang sama ternyata juga dilakukan oleh lumba-lumba ketika berkomunikasi dengan anak mereka. Hal ini diungkapkan oleh tim peneliti dari Woods Hole Oceanographic Institution setelah melakukan sebuah studi di Teluk Sarasota.

Dalam studi ini, tim peneliti memantau perilaku 19 lumba-lumba botol hidung betina dewasa di sekitar Teluk Sarasota. Selama pemantauan berlangsung, tim peneliti menganalisis siulan bernada tinggi yang dikeluarkan oleh para lumba-lumba, baik saat anak mereka ada maupun tidak ada.

Hasil studi menunjukkan bahwa para lumba-lumba secara konsisten mengeluarkan suara siulan dengan frekuensi yang lebih tinggi dan rentang frekuensi yang lebih besar ketika anak-anak mereka ada di dekat mereka. Hal serupa jarang terjadi ketika para lumba-lumba betina dewasa sedang sendirian atau bersama lumba-lumba lain.

Tim peneliti menilai siulan dengan nada yang lebih tinggi dapat membantu induk lumba-lumba untuk mendapatkan perhatian anak mereka. Selain itu, siulan bernada tinggi juga turut membantu induk lumba-lumba untuk membangun ikatan dengan anak mereka sekaligus melatih vokal anak-anak mereka.

Temuan terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini mengindikasikan bahwa motherese tak hanya diterapkan oleh manusia. Spesies non manusia, seperti lumba-lumba, juga menggunakan pola yang sama ketika berkomunikasi dengan anak-anak mereka.

"Melalui ini, kami melaporkan bukti adanya motherese di kalangan lumba-lumba hidung botol," ujar tim peneliti, seperti dilansir Mail Online pada Rabu (28/6/2023).

Tak hanya itu, anak lumba-lumba yang dipantau dalam studi ini memiliki rerata usia dua tahun. Pada manusia, anak-anak juga mulai membangun komunikasi yang aktif dengan orang tua mereka saat memasuki rentang usia tersebut.

Beberapa spesies lain juga memiliki pola komunikasi yang berbeda ketika berinteraksi dengan anak mereka. Selain itu, studi dari tim peneliti University of Florida juga mengindikasikan bahwa motherese atau baby talk bisa membantu bayi belajar bicara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement