Rabu 28 Jun 2023 14:53 WIB

Lelah Membersihkan Rumah? Coba Lengan Robot Ini

Lengan robot ini dapat dikontrol secara real time oleh pengguna.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Lengan robot untuk membantu membersihkan rumah.
Foto: SEA Mashable
Lengan robot untuk membantu membersihkan rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekelompok ilmuwan di Jepang telah merancang lengan robot ekstra yang dapat digunakan oleh manusia setiap hari. Lengan tersebut juga terlihat cukup bagus untuk dipakai sebagai macam pernyataan mode futuristik.

Dilansir dari Mashable SE Asia, Rabu (28/6/2023), ini disebut Jizai Arms. Anggota tubuh robotik itu dibuat oleh tim di Universitas Jepang yang disebut “Jizai Okimono”, di mana kata “Jizai” secara kasar diterjemahkan menjadi “bergerak bebas”.

Baca Juga

Perangkat (sekarang dalam tahap percobaan) dipakai sebagai ransel dengan enam soket built-in yang dapat dipasang dengan jenis lengan tertentu berdasarkan kebutuhan dan persyaratan pemakainya- seperti lengan hebat yang dapat ditukar.

Setelah dilengkapi, lengan robot ini kemudian dapat dikontrol secara real time oleh pengguna atau orang lain dengan metode kontrol yang paling memungkinkan adalah remote. Menurut sebuah laporan, memasang empat lengan ke ransel akan menambah 14 kg tambahan bagi pemakainya, meskipun tim percaya bahwa bobot tambahan ini seharusnya tidak mengurangi fungsionalitas atau estetika.

Dalam pengujian, relawan diminta untuk memakai Jizai Arms saat berinteraksi secara fisik satu sama lain dalam pilihan skenario sosial yang dibuat-buat. Para peserta diminta untuk bertukar tangan satu sama lain, dan bahkan mengendalikan tangan orang lain selain tangan mereka sendiri.

Tim tersebut dalam sebuah makalah mengatakan bahwa dari sesi bermain peran, mereka menemukan bahwa tubuh mereka dapat dengan tepat merasakan pelekatan atau pelepasan lengan, dan para ilmuwan terutama merasakan dampak yang kuat saat melepaskan atau mengurangi jumlah lengan robot yang dipakai.

“Kami juga menyarankan atau menambahkan kemampuan penyesuaian pada lengan robotik untuk membangkitkan rasa kepemilikan sosial, rasa kepemilikan individu terhadap bagian tubuh buatan tertentu yang dibagikan di antara banyak orang, sebagai topik penelitian di masa depan,” katanya.

Masahiko Inami, seorang profesor di Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Lanjutan di universitas tersebut mengatakan bahwa seluruh tujuan proyek ini adalah untuk membina hubungan antara pengguna dan lengan yang serupa dengan musisi dan instrumen, di mana instrumen tersebut dapat akhirnya menjadi perpanjangan tubuh musisi melalui keakraban.

“Ini sama sekali bukan saingan manusia, melainkan sesuatu yang membantu kita melakukan apa yang kita suka, seperti sepeda atau e-bike. Ini mendukung kami dan dapat membuka kreativitas,” ujar Inami. Inami juga menambahkan bahwa dalam beberapa kasus, pemakainya bahkan merasa sedih setelah melepasnya.

Meskipun sepertinya sudah banyak potensi untuk lengan yang dapat dikenakan seperti yang digunakan sehari-hari, Inami bahkan lebih bersemangat tentang kemungkinan sistem modular semacam itu.

Menurut Inami, di masa depan, kita mungkin akan melihat sayap tumbuh dari punggung orang, atau drone yang menempel pada orang. “Mungkin seseorang akan menemukan olahraga yang membutuhkan enam lengan atau menciptakan jenis renang baru,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement