Ahad 18 Jun 2023 17:48 WIB

Pentingnya Perencanaan Konten yang Baik untuk Menghasilkan Kesadaran Publik

Diperlukan perencanaan strategi konten yang detail dan spesifik.

Ilustrasi content creator.
Foto: Www.freepik.com
Ilustrasi content creator.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA-- Di era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu sarana untuk menciptakan citra dan reputasi yang baik bagi suatu instansi maupun divisi sehingga dibutuhkan strategi perencanaan dan eksekusi yang nyata untuk mengelola media sosial. Pada kesempatan kali ini, UIP3B PLN Kalimantan mengadakan Pelatihan Membangun Kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja Melalui Platform Media Sosial UIP3B PLN Kalimantan bahwa perencanaan dan eksekusi yang matang dapat menentukan keberhasilan yang digelar di Hotel KHAS Tugu Yogjakarta pada 15 - 16 Juni 2023.

Asisten Manager Humas PLN UIP3B Kalimantan Lilia Oktavia menyampaikan, pelatihan ini penting bagi seluruh divisi UIP3B untuk bisa menghasilkan output bagaimana cara menyusun strategi dan mengemas konten yang menarik, bagus, dan ciamik.

Baca Juga

"Dengan adanya pelatihan ini, teman-teman UIP3B diharapkan untuk bisa meningkatkan kualitas pelaksanaan strategi dan eksekusi konten yang baik sehingga dapat menciptakan citra dan reputasi yang baik bagi perusahaan kita," ungkap Lilia Oktavia dalam sambutannya di Yogyakarta, seperti dilansir pada Ahad (18/6/2023). 

Hal ini selaras dengan pemaparan yang disampaikan oleh dua pakar, yakni strategic planner and digital PR Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication (RMSC) Muhammad Syahmitirafi bersama Creative Lead Podcast 'Malam Kliwon', Gilang Ridzky. Keduanya sepakat bahwa strategi dan eksekusi konten yang matang dapat meningkatkan reach audience yang maksimal.

Muhammad Syahmitirafi mengungkapkan, ada hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi konten, yakni riset yang detail mencangkup seperti apa brand insight, audience insight, serta trend insight yang berkembang. 

"Setelah mengetahui ketiga poin itu, dilanjutkan dengan penyusunan grand strategy yang mencangkup objective, target audiens, key message, taktik, serta brand personanya," kata Muhammad Syahmitirafi yang akrab disapa Rafi. 

Dalam melakukan eksekusi konten, Rafi menghimbau Humas PLN UIP3B Kalimantan untuk melakukan perencanaan konten dengan template yang detail bagaimana strategi konten seperti apa saja content DNA, content pillar, content proportion, content plan, serta editorial plan.

"Dengan adanya perencanaan strategi konten yang spesifik dapat memudahkan eksekusi konten," lanjutnya

Hingga saat ini, masyarakat semakin lekat dengan penggunaan media sosial. Gilang Ridzky menyatakan, riset yang dilakukan mengungkapkan bahwa penggunaan Instagram dan Tiktok sangat mendominasi di khalayak umum. Video yang singkat di Instagram dan TikTok menghasilkan reach-views hingga 2-3 kali lipat dibandingkan konten foto dengan caption panjang.

"Vertical video, short-form video content, dan interactive content dapat menarik audiens lebih cepat dibandingkan membuat video dengan durasi panjang," ungkap Gilang. 

Gilang mengungkapkan, ada empat ide konten yang akan berhasil menarik simpati audiens, yakni konten yang menghibur, menginspirasi, meyakinkan, dan mengedukasi. Selanjutnya, tentukan pula jenis video apa yang akan diunggah di media sosial. 

"Ada beragam jenis video yang bisa kita ciptakan untuk media sosial, seperti konten jenis storytelling, POV, monolog, podcast, feature/news, tutorial, BTS, QnA, maupun dokumenter. Semuanya bisa dilakukan dengan teknik penggunaan kamera yang sesuai," ujar dia.

Dalam pelatihan ini, Gilang berbagi tips mengenai bagaimana menggunakan kamera untuk menciptakan konten yang baik. 

"Mari kita buka kamera handphone dan setting kamera menjadi garis-garis atau rule of third. Dalam melakukan fotografi atau videografi, tempatkan point of interest yang akan diambil di salah satu titik tersebut. Sehingga konten yang dihasilkan lebih simetris," kata Gilang.

Untuk menghasilkan konten yang maksimal, diperlukan perencanaan strategi konten yang detail dan spesifik sehingga pesan lebih cepat tersampaikan dan audiens tertarik dengan konten yang dibuat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement