Senin 29 May 2023 16:41 WIB

Ini Dia 4 Cara Terbaik agar Mesin Cuci Cepat Rusak

Pemakaian yang buruk dapat dengan mudah mempersingkat masa pakai mesin cuci.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Natalia Endah Hapsari
Umur mesin cuci biasanya sekitar 10 tahun dan jika rajin diservis bisa melewati beberapa tahun lagi. Namun, pemakaian yang buruk dapat dengan mudah mempersingkat masa pakai mesin cuci. (iustrasi)
Foto: www.flickr.com
Umur mesin cuci biasanya sekitar 10 tahun dan jika rajin diservis bisa melewati beberapa tahun lagi. Namun, pemakaian yang buruk dapat dengan mudah mempersingkat masa pakai mesin cuci. (iustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umur mesin cuci biasanya sekitar 10 tahun dan jika rajin diservis bisa melewati beberapa tahun lagi. Namun, pemakaian yang buruk dapat dengan mudah mempersingkat masa pakai mesin cuci.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka melakukan kesalahan atas beberapa kebiasaan mencuci dengan mesin cuci. Atau mungkin mereka secara bertahap menumpuk masalah itu dari waktu ke waktu.

Baca Juga

Melansir Express, Senin (29/5/2023), spesialis produk peralatan rumah tangga senior LG, David Palmer, membagikan cara terbaik untuk menggunakan dan merawat mesin cuci dengan berbagai keuntungan.

1. Hindari penggunaan deterjen berlebih

Kebanyakan orang berpikir bahwa semakin banyak deterjen yang ditambahkan ke dalam cucian, semakin bersih pula pakaiannya, padahal tidak demikian.

“Kelebihan dosis detergen mengakibatkan peningkatan kerja mesin, penurunan kinerja pencucian, dan menghambat penghematan secara keseluruhan karena deterjen tidak hanya menghabiskan uang, tetapi juga dapat mengakibatkan kerusakan pakaian dan perlunya barang pengganti,” kata David memperingatkan.

Mesin cuci dapat rusak karena terlalu banyak deterjen karena penumpukan deterjen dapat menyumbat selang, katup, dan komponen lainnya, sehingga mencegah air terkuras dengan baik.

 

2. Jangan berlebihan membebani mesin cuci

Meskipun lebih hemat waktu untuk mengisi mesin dengan penuh, David mengimbau untuk tidak pernah tergoda untuk memenuhi mesin cuci karena ini berarti mesin harus bekerja lebih keras dan menyebabkan panas berlebih, sehingga dapat merusak mesin cuci dalam jangka panjang.

Terlebih lagi, muatan tidak akan dicuci secara efektif. Hal ini karena deterjen tidak akan dapat sepenuhnya menjangkau pakaian untuk pengaplikasian yang merata. Pakaian juga tidak memiliki ruang untuk teraduk, yang mengganggu proses penghilangan noda.

David merekomendasikan cara terbaik untuk mengisi mesin cuci adalah item demi item, jangan langsung menumpahkan semuanya ke tabung cucian. “Ini membantu kinerja pencucian dan berarti tidak ada barang yang mungkin tertinggal di pakaian,” katanya.

 

3. Bersihkan mesin

Pakar berbagi sebuah fakta bahwa satu dari 10 orang tidak pernah membersihkan mesin cuci mereka. Mesin yang kotor tidak akan membersihkan pakaian dan malah meninggalkannya dengan bekas hitam atau bau apek.

“Penting untuk membersihkan mesin cuci. Melakukan pembersihan bak mandi setiap 30 siklus untuk memastikan mesin dapat bekerja dengan kemampuan terbaiknya,” ucap David.

 

4. Kurangi suhu

Pakar mengklaim bahwa tidak perlu pencucian dengan air super-panas karena barang-barang bernoda pun dapat dicuci pada suhu yang lebih dingin.

The Energy Saving Trust mengatakan peralatan basah seperti mesin cuci menyumbang sekitar 10 persen dari tagihan energi rumah tangga pada umumnya. Jadi, cara mudah untuk menguranginya adalah dengan mengurangi suhu pencucian 20 hingga 30 derajat untuk durasi yang lebih lama, yaitu saat mesin cuci paling hemat energi.

David mengklaim bahwa harga energi berada pada titik terendah antara pukul 22.00 hingga 05.00. Oleh karena itu, bagi mereka yang suka begadang dan bangun pagi, itu adalah waktu terbaik untuk menggunakan mesin cuci.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement