Kamis 25 May 2023 20:46 WIB

Bumi Diatur untuk Menerima Pesan Alien dari Mars?

Para ilmuwan bersiap ketika makhluk dunia lain benar-benar menghubungi.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Para ilmuwan mempersiapkan diri untuk menerima pesan dari makhluk luar angkasa di Planet Mars/ilustrasi.
Foto: cnsa
Para ilmuwan mempersiapkan diri untuk menerima pesan dari makhluk luar angkasa di Planet Mars/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Bumi diatur untuk menerima pesan alien alias makhluk luar angkasa pertamanya dari Planet Mars pada Rabu (24/5/2023). Langkah itulah yang dilakukan SETI Institute dengan cara memancarkan sinyal ‘bersandi’ dari pesawat yang mengorbit Mars ke tiga teleskop besar di planet kita.

Menurut para peneliti, ide dari aktivitas ini adalah mempersiapkan para ilmuwan untuk “pengalaman yang sangat transformasional untuk semua umat manusia” ketika makhluk dunia lain benar-benar menghubungi kita.

Baca Juga

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (25/5/2023), tim menyimpan detail penting tentang aksi rahasia-termasuk jenis sinyal dan apa yang dikandungnya. Namun, sinyal radio membutuhkan waktu sekitar lima hingga 20 menit untuk mencapai Mars dari Bumi. Ini dijaga karena transmisi yang disandikan akan dibagikan kepada publik, memungkinkan mereka untuk membantu decoding.

Pengorbit Mars Badan Antariksa Eropa akan mengirimkan pesan yang disandikan pada pukul 15.00 ET, dengan tanda terima di Bumi 16 menit kemudian – setelah menempuh jarak 180 juta mil melalui ruang angkasa. Setelah transmisi, para ilmuwan akan memproses sinyal dan membuatnya tersedia bagi umum untuk decoding.

Sinyal tersebut akan dikirim ke Bumi oleh ExoMars Trace Gas Orbiter (TGO) yang mempelajari atmosfer Mars sejak 2016. Daniela dePaulis, seniman visioner di balik proyek A Sign in Space, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sepanjang sejarah, umat manusia telah mencari makna dalam fenomena yang kuat dan transformatif. “Menerima pesan dari peradaban luar Bumi akan menjadi pengalaman transformasi yang mendalam bagi seluruh umat manusia,” ujar dePaulis.

Dia juga mengatakan bahwa A Sign in Space menawarkan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk secara nyata berlatih dan mempersiapkan skenario ini melalui kolaborasi global, mendorong pencarian makna tanpa akhir di semua budaya dan disiplin ilmu.

Di sisi lain, SETI Institute adalah organisasi nirlaba, multi-disiplin penelitian dan pendidikan yang misinya memimpin pencarian umat manusia untuk memahami asal-usul dan prevalensi kehidupan dan kecerdasan di alam semesta, serta untuk berbagai pengetahuan itu dengan dunia. A Sign in Space juga akan menjadi proyek pertama yang melakukan prestasi seperti itu. Penelitian lain mengirimkan sinyal ke luar angkasa dan bukan sebaliknya.

Allen Telescope Array (ATA), Robert C. Byrd di Green Bank Observatory (GBT) di West Virginia dan Medicina Radio Astronomical Station di Italia utara akan bekerja sama untuk mengumpulkan sinyal dari Mars. Setelah SETI menangkap sinyal 'alien', tim akan menyimpan data yang diproses dengan aman bekerja sama dengan Open Data Archive dan Filecoin, jaringan penyimpanan terdesentralisasi.

Untuk melibatkan publik, SETI Institute akan menyelenggarakan acara streaming langsung media sosial yang menampilkan wawancara dengan anggota tim utama, termasuk ilmuwan, insinyur, seniman, dan lainnya, bergabung dalam streaming langsung dari seluruh dunia, termasuk ruang kontrol dari ATA, GBT, dan Medicina.

SETI mengatakan bahwa siapa pun yang bekerja untuk memecahkan kode dan menafsirkan pesan dapat mendiskusikan prosesnya di server A Sign in Space Discord. “Pengajuan temuan, pemikiran, dan masukan artistik dan ilmiah dapat dilakukan melalui formulir pengajuan khusus di situs web proyek,” kata SETI Institute.

Setelah transmisi, tim A Sign in Space akan menyelenggarakan serangkaian diskusi berbasis Zoom yang terbuka untuk umum seputar topik yang mempertimbangkan implikasi sosial dari pendeteksian sinyal dari peradaban luar Bumi. Diskusi akan dilakukan selama enam hingga delapan pekan ke depan setelah menerima transisi. Eksperimen SETI dapat dimanfaatkan dengan baik karena studi terpisah memprediksi alien akan melakukan kontak dengan Bumi pada tahun 2029.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement