Selasa 23 May 2023 19:10 WIB

Mau Gawai Awet? Hindari 5 Kesalahan Ini

Kesalahan umum tertentu dapat membuat gawai tidak awet.

Rep: Santi Sopia/ Red: Natalia Endah Hapsari
Agar gawai lebih awet dan tahan lama, butuh perlakuan khusus/ilustrasi.
Foto: www.freepik.com
Agar gawai lebih awet dan tahan lama, butuh perlakuan khusus/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Membeli gawai dengan harga lumayan mahal boleh jadi hadiah bagi sebagian orang atau memang benar-benar membutuhkan fungsinya. Sayangnya, kesalahan umum tertentu dapat membuat gawai tidak awet, bahkan untuk harga mahal sekalipun.

Berikut kesalahan umum yang sebaiknya dihindari menurut pakar teknologi, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (23/5/2023).

Baca Juga

1.Charger yang tidak dilepas

Mengisi daya baterai tentu menjadi kebutuhan sehari-hari. Tetapi jika terus menerus dicas, apalagi saat baterai sudah penuh, itu merupakan kebiasaan buruk yang bisa merusak gawai.

Apple menyatakan bahwa kesehatan baterai dapat terpengaruh ketika iPhone 'tetap terisi penuh untuk waktu yang lama'. Anjuran yang sama berlaku untuk Android. Samsung menyarankan tidak membiarkan ponsel terhubung ke pengisi daya untuk waktu yang lama atau semalaman.

Huawei juga menganjurkan untuk menjaga level baterai sedekat mungkin (30 persen hingga 70 persen) dapat secara efektif memperpanjang masa pakai baterai. Sederhananya, ponsel tetap terisi daya, tetapi tidak selalu terisi penuh.

Kabar baiknya adalah sebagian besar perangkat cukup pintar untuk mulai mengisi daya lagi hanya setelah mencapai tingkat baterai tertentu. Tetapi cabut perangkat Anda setelah terisi penuh.

 

2. Menunggu terlalu lama mengisi daya laptop

Jika Anda sering membiarkan baterai laptop benar-benar habis, itu mengurangi masa pakai yang dimaksudkan. Seperti ponsel, baterai laptop hanya dimaksudkan untuk mengisi daya berkali-kali.

Baterai laptop juga bisa kehilangan efisiensi dengan cara lain. Katakanlah secara teratur mengisi daya laptop dari 30 persen menjadi 50 persen, atau sekitar 20 persen setiap kali.

Lakukan itu lima kali, dan Anda akan menyelesaikan satu siklus baterai karena Anda telah mengisi daya laptop Anda 100 persen. Aturan praktis yang bagus? Selalu isi daya baterai Anda setidaknya hingga 40 persen.

Jangan selalu menghubungkan laptop l ke kabel pengisi daya. Ini juga dapat mempersingkat masa pakai baterai.

 

3. Salah membersihkan ponsel

Debu dan kotoran lainnya dapat menumpuk di port, speaker, dan celah kecil lainnya di hampir semua perangkat gawai sehari-hari. Penting membersihkannya dengan cara yang benar.

Anda mungkin tergoda untuk mengambil tusuk gigi atau pengorek kuping padahal itu dapat merusak perangkat elektronik atau bahkan mengganggu speaker kecil. Pengorek kuping sering meninggalkan serat yang sulit dihilangkan.

 

4. Ponsel terlalu banyak terkena sinar matahari

Meninggalkan ponsel di dalam mobil dengan suhu panas atau di bawah sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan parah. Baterai bisa menjadi terlalu panas, dan Anda bahkan bisa kehilangan atau merusak data di dalamnya.

Suhu dingin yang ekstrim juga tidak dianjurkan. Ini dapat mempersingkat masa pakai baterai Anda, menyebabkan masalah tampilan, dan bahkan memecahkan kaca layar.

 

5. Router terbuka untuk umum

Tentu, seseorang dapat dengan mudah mencuri Wi-Fi Anda, tetapi peretas yang sangat jahat dapat menggunakan jaringan untuk menyerang gadget Anda. Mereka bahkan dapat mengunduh file berbahaya atau mengunjungi situs web ilegal melalui router Anda.

Buatlah kata sandi asli yang sulit diretas. Anda dapat mengubahnya di halaman admin perute.

Saat Anda melakukannya, cari 'Administrasi Jarak Jauh'. Ini memungkinkan untuk masuk ke router melalui internet dan mengelolanya.

Jika Anda pernah menelepon dukungan teknis, Anda mungkin pernah mengalami hal seperti seorang teknisi berbicara dengan Anda di telepon dan kemudian mengoperasikan komputer Anda seolah-olah mereka duduk tepat di sebelah Anda. Administrasi jarak jauh adalah alat yang berguna, terutama saat memperbaiki masalah, tetapi membuat komputer Anda rentan terhadap peretas.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement