Ahad 23 Apr 2023 20:36 WIB

Terungkap, Seperti Ini Peran Glukosa dalam Aktivitas Otak

Otak membutuhkan banyak glukosa untuk bekerja.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Sel otak (ilustrasi). Asupan makanan yang dikonsumsi akan dipecah menjadi glukosa, yang disimpan di hati dan otot, lalu dibawa ke seluruh tubuh.
Foto: Freepik
Sel otak (ilustrasi). Asupan makanan yang dikonsumsi akan dipecah menjadi glukosa, yang disimpan di hati dan otot, lalu dibawa ke seluruh tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Glukosa, jenis gula dengan susuan kimiawi monosakarida, memiliki peranan penting bagi aktivitas di otak. Hal itu karena otak dipenuhi neuron atau sel saraf yang sangat membutuhkan energi, demikian merujuk pada studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports.

"Kita sudah tahu bahwa otak membutuhkan banyak glukosa, tetapi tidak jelas seberapa besar neuron itu sendiri bergantung pada glukosa dan metode apa yang mereka gunakan untuk memecah gula," kata peneliti di Gladstone dan penulis senior studi, Ken Nakamura, seperti dilansir Indian Express, Ahad (23/4/2023).

Baca Juga

Nakamura menjelaskan, asupan makanan yang dikonsumsi akan dipecah menjadi glukosa, yang disimpan di hati dan otot, lalu dibawa ke seluruh tubuh. Setelah itu, dimetabolisme oleh sel untuk memberi daya pada reaksi kimia yang membuat kita tetap hidup.

Para ilmuwan menduga bahwa sel glial, atau sel yang ditemukan di jaringan sistem saraf pusat, mengonsumsi sebagian besar glukosa dan kemudian memberi bahan bakar pada neuron secara tidak langsung dengan memberikan produk metabolisme glukosa yang disebut laktat. Namun, bukti yang mendukung teori ini masih sedikit.

Kelompok Nakamura memberikan lebih banyak bukti dalam hal ini dengan menggunakan sel punca pluripoten yang diinduksi (sel iPS) untuk menghasilkan neuron manusia murni. Selama ini sulit bagi para ilmuwan untuk menghasilkan kultur neuron di laboratorium yang tidak mengandung sel glial.

Kemudian, para peneliti mencampurkan neuron dengan bentuk glukosa berlabel yang dapat mereka lacak, bahkan ketika glukosa tersebut diuraikan. Percobaan ini membuktikan kemampuan neuron untuk mengambil glukosa itu sendiri dan memprosesnya menjadi metabolit yang lebih kecil.

Dengan menggunakan pengeditan gen CRISPR, para peneliti menghapus dua protein kunci dari neuron untuk menyelidiki bagaimana mereka menggunakan produk glukosa yang dimetabolisme. Meskipun salah satunya memungkinkan neuron untuk mengimpor glukosa, protein lainnya diperlukan untuk glikolisis, jalur utama yang digunakan sel untuk memetabolisme glukosa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement