Ahad 02 Apr 2023 12:50 WIB

Apple Ingatkan Pakai iPhone Minimal Berjarak 15 Sentimeter, Mengapa?

Apple ingatkan ara pengguna yang memiliki kondisi kesehatan khusus.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Natalia Endah Hapsari
Apple memberikan peringatan kesehatan untuk para pengguna perangkatnya yang memiliki kondisi khusus. Pengguna dengan alat pacu jantung atau perangkat medis implan lainnya diminta memberi jarak sekitar 15,24 sentimeter dari area dada ketika memakai iPhone./ilustrasi
Foto: EPA
Apple memberikan peringatan kesehatan untuk para pengguna perangkatnya yang memiliki kondisi khusus. Pengguna dengan alat pacu jantung atau perangkat medis implan lainnya diminta memberi jarak sekitar 15,24 sentimeter dari area dada ketika memakai iPhone./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apple memberikan peringatan kesehatan untuk para pengguna perangkatnya yang memiliki kondisi khusus. Pengguna dengan alat pacu jantung atau perangkat medis implan lainnya diminta memberi jarak sekitar 15,24 sentimeter dari area dada ketika memakai iPhone.

Pasalnya, jarak perangkat iPhone yang terlalu dekat dari batasan itu dapat mengganggu alat pacu jantung. Apple mengatakan magnet ponsel dapat mengganggu perangkat yang ditanamkan di tubuh. Peringatan yang sama juga berlaku untuk pemakaian Mac, Airpods, headphone Beats, iPad, dan lainnya.

Baca Juga

Efek dari magnet dan medan elektromagnetik pada perangkat dapat mengganggu fungsi mesin yang ditanamkan di tubuh, bahkan berpotensi memiliki akibat fatal. Sementara, sekitar tiga juta orang Amerika diprediksi memiliki alat pacu jantung implan dan 200 ribu orang memiliki defibrillator.

Peringatan yang diperbarui dari Apple mencakup iPhone 13 dan 14 generasi terbarunya. Airpods, jam tangan dan aksesori Apple, HomePods, Ipads, Mac, dan headphone Beats juga tidak boleh diletakkan di dekat dada seseorang yang memiliki implan.

Bulan lalu, sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang menggunakan FitBits, jam tangan Apple, dan perangkat serupa lainnya dapat mengganggu perangkat yang ditanamkan. "Dalam kondisi tertentu, medan magnet dan elektromagnetik dapat mengganggu perangkat medis," tulis Apple dalam postingan blog-nya, dikutip dari laman //Daily Mail//, Ahad (2/4/2023).

Dijelaskan lebih lanjut bahwa alat pacu jantung dan defibrillator yang ditanamkan dalam tubuh mungkin berisi sensor yang merespons magnet dan radio saat berada dalam jarak dekat. Untuk menghindari kemungkinan interaksi dengan jenis perangkat medis tersebut, diminta menjaga jarak aman pemakaian produk Apple.

Banyak perangkat elektronik membawa risiko serupa. Umumnya, pasien yang menerima implantasi sudah menyadarinya. Peringatan lebih lanjut muncul dengan dirilisnya iPhone 12 pada Oktober 2020. Beberapa bulan kemudian, American Heart Association memperingatkan tentang magnet di dalamnya.

"Kami selalu tahu bahwa magnet dapat mengganggu perangkat elektronik yang dapat ditanamkan di jantung, namun, kami terkejut dengan kekuatan magnet yang digunakan dalam teknologi magnet iPhone 12," kata peneliti Universitas Brown, Michelle Wu.

Dia menjelaskan, secara umum, magnet dapat mengubah waktu alat pacu jantung atau menonaktifkan fungsi penyelamatan nyawa defibrillator. Studi menunjukkan urgensi bagi setiap orang untuk menyadari bahwa perangkat elektronik dengan magnet dapat mengganggu perangkat elektronik implan jantung.

Seseorang mungkin memasang alat pacu jantung ketika mengidap bradikardia, suatu kondisi yang terjadi ketika jantung berdetak terlalu lambat. Itu juga dapat digunakan dalam kasus yang jarang terjadi untuk takikardia, ketika jantung berdetak terlalu cepat atau tak teratur.

Detak jantung yang tidak teratur menempatkan seseorang pada peningkatan risiko strok atau gagal jantung. Pasien dengan detak jantung tidak teratur bisa mendapat penanganan berupa penanaman defibrilator kardioversi implan otomatis (ICD) di dalam dada.

Alat itu digunakan untuk orang yang didiagnosis dengan aritmia ventrikel, kondisi di mana detak jantung yang tidak teratur dipacu dari bagian bawah dada. Kadang-kadang, alat akan memberikan kejutan listrik ke jantung ketika mendeteksi detak jantung telah keluar dari ritme.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement