Jumat 31 Mar 2023 17:09 WIB

Awas Kecanduan, Ini Solusi untuk Orang yang Hobi Main HP Terus

Kecanduan HP bisa membahayakan kehidupan sosial dan kesehatan mental serta fisik.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Natalia Endah Hapsari
Ponsel sudah menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Ini menjadikan kita bergantung pada benda itu. Sayangnya, ketergantungan ini dapat berkembang menjadi kecanduan, yang dapat membahayakan kehidupan sosial, pekerjaan, serta kesehatan mental dan fisik kita./ilustrasi.
Foto: Republika/ Darmawan
Ponsel sudah menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Ini menjadikan kita bergantung pada benda itu. Sayangnya, ketergantungan ini dapat berkembang menjadi kecanduan, yang dapat membahayakan kehidupan sosial, pekerjaan, serta kesehatan mental dan fisik kita./ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Ponsel sudah menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Ini menjadikan kita bergantung pada benda itu karena beberapa fungsinya, mulai dari mengelola rutinitas sehari-hari hingga tetap berhubungan dengan orang-orang terkasih.

Sayangnya, ketergantungan ini dapat berkembang menjadi kecanduan, yang dapat membahayakan kehidupan sosial, pekerjaan, serta kesehatan mental dan fisik kita. Berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu Anda kecanduan ponsel Anda, dilansir dari Gizchina, Jumat (31/3/2023).

Baca Juga

 

Mengenali masalah

Langkah pertama dalam mengatasi kecanduan ponsel adalah menyadari adanya masalah. Kecanduan ponsel dapat bermanifestasi dalam berbagai cara, termasuk sering memeriksa ponsel, menggunakan ponsel saat mengemudi atau dalam lingkungan sosial, dan merasa cemas atau gelisah saat terpisah dari ponsel.

 

Tetapkan tujuan dan batas

Anda bisa menetapkan tujuan dan batasan untuk penggunaan ponsel Anda dengan mulailah melihat berapa banyak waktu yang Anda habiskan di ponsel setiap hari, serta aplikasi mana yang paling sering Anda gunakan. Kemudian, buat sasaran dan batasan cerdas untuk penggunaan ponsel Anda, misalnya membatasi penggunaan telepon pada waktu-waktu tertentu dalam sehari. Selain itu, coba manfaatkan beberapa aplikasi atau bahkan atur pengatur waktu.

 

Buat zona bebas ponsel

Anda bisa mengurangi penggunaan ponsel dengan menciptakan zona bebas ponsel di rumah atau ruang kerja Anda. Tentukan area tertentu di rumah atau ruang kerja tempat Anda tidak boleh menggunakan ponsel. Misalnya, meja atau sudut tempat Anda dapat membaca, bermeditasi, atau bersantai tanpa gangguan dari ponsel Anda.

 

Prioritaskan interaksi kehidupan nyata

Kecanduan ponsel dapat menyebabkan kurangnya interaksi kehidupan nyata dan isolasi sosial. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan interaksi kehidupan nyata dengan teman, keluarga, dan kolega.

Caranya dengan buat rencana untuk bertemu langsung, menghadiri acara sosial, atau terlibat dalam aktivitas luar ruangan yang tidak melibatkan penggunaan ponsel. Ini dapat membantu Anda mengembangkan hubungan sosial yang lebih kuat dan mengurangi ketergantungan Anda pada ponsel.

 

Matikan notifikasi

Notifikasi bisa menjadi sumber gangguan yang signifikan dan dapat memicu kecanduan ponsel Anda. Oleh karena itu, sebaiknya matikan notifikasi untuk aplikasi yang tidak penting atau matikan ponsel Anda selama rapat penting atau acara sosial. Mematikan notifikasi dapat membantu Anda tetap fokus dan hadir saat ini.

 

Latihan kesadaran

Mempraktikkan kesadaran dapat membantu Anda menjadi lebih sadar akan penggunaan ponsel dan dampaknya terhadap kesehatan mental dan fisik Anda. Anda bisa mulai dengan meluangkan beberapa menit setiap hari untuk berlatih meditasi kesadaran atau latihan pernapasan dalam.

 

Cari bantuan profesional

Seorang profesional kesehatan mental dapat memberi Anda alat dan strategi untuk membantu  mengelola kecanduan dan mengembangkan kebiasaan sehat. Mereka juga dapat membantu Anda mengatasi kondisi kesehatan mental mendasar yang mungkin berkontribusi pada kecanduan Anda.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement